Anak Mantan Diktator Libya Seif Al-Islam Tewas Dibunuh

JAKARTA – Kabar duka kembali datang dari Libya. Seif Al-Islam Khadafi, putra mantan diktator Libya Muammar Khadafi, dilaporkan tewas dalam sebuah serangan bersenjata di kediamannya. Informasi tersebut disampaikan oleh penasihat pribadi serta dikonfirmasi oleh pihak keluarga dan pengacaranya. Kematian Seif Al-Islam menambah panjang daftar tokoh penting Libya yang menjadi korban kekerasan dalam situasi politik dan keamanan yang belum sepenuhnya stabil.

Berdasarkan laporan kantor berita AFP pada Kamis (04/02/2026), Seif Al-Islam disebut tewas akibat dibunuh oleh sekelompok pria bersenjata. Abdullah Othman Abdurrahim, salah satu kerabatnya, menyampaikan keterangan tersebut kepada saluran televisi al-Ahrar. Ia menjelaskan bahwa serangan terjadi secara terencana dan dilakukan oleh pelaku yang tidak dikenal identitasnya.

“Empat pria bersenjata menyerbu kediaman Seif al-Islam Kadhafi,” kata Abdurrahim.

Menurut Abdurrahim, kelompok bersenjata tersebut lebih dahulu melumpuhkan sistem keamanan rumah Seif Al-Islam sebelum melancarkan aksinya. Langkah tersebut diduga dilakukan untuk memastikan tidak ada rekaman visual yang dapat mengungkap identitas maupun pergerakan para pelaku saat menjalankan serangan.

“(Seif Al-Islam dibunuh) setelah menonaktifkan kamera pengawas, kemudian mengeksekusinya,” imbuhnya.

Informasi mengenai kematian Seif Al-Islam juga diperkuat oleh pernyataan penasihat pribadinya, yang menyebutkan bahwa korban meninggal dunia akibat serangan langsung orang-orang bersenjata. Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari otoritas keamanan Libya mengenai motif pembunuhan maupun pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut.

Pengacara Seif Al-Islam turut mengonfirmasi kabar tersebut kepada AFP. Ia menyebut bahwa kliennya menjadi target serangan kelompok bersenjata terlatih.

“(Dibunuh) empat anggota komando,” kata pengacaranya kepada AFP.

Seif Al-Islam Khadafi selama bertahun-tahun dikenal sebagai figur kontroversial dalam dinamika politik Libya. Setelah kejatuhan rezim Muammar Khadafi pada 2011, namanya kerap dikaitkan dengan berbagai konflik, proses hukum internasional, serta perebutan pengaruh di tengah fragmentasi politik Libya. Ia juga pernah disebut-sebut sebagai sosok yang berpotensi kembali ke panggung politik, meskipun menghadapi sejumlah persoalan hukum dan penolakan dari berbagai kelompok.

Kematian Seif Al-Islam dikhawatirkan akan memicu ketegangan baru di Libya, mengingat posisinya yang masih memiliki pendukung di sejumlah wilayah. Situasi keamanan negara tersebut hingga kini masih rapuh, dengan kehadiran berbagai faksi bersenjata dan lemahnya kontrol otoritas pusat di beberapa daerah.

Pengamat menilai pembunuhan ini menunjukkan bahwa konflik pascarevolusi di Libya belum sepenuhnya berakhir. Aksi kekerasan terhadap tokoh-tokoh penting menjadi indikasi bahwa rekonsiliasi nasional masih menghadapi tantangan besar. Selain itu, kasus ini berpotensi memperburuk kondisi keamanan dan memperdalam ketidakpercayaan publik terhadap upaya penegakan hukum.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Libya terkait penyelidikan kasus tersebut. Aparat keamanan setempat diharapkan segera melakukan penyelidikan menyeluruh guna mengungkap pelaku serta motif di balik pembunuhan Seif Al-Islam Khadafi, yang kini menjadi sorotan dunia internasional. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *