Anggaran Diprioritaskan Ulang, Proyek Ring Road Tertunda

ADVERTORIAL — Proyek pembangunan jalan lingkar (ring road) yang menghubungkan berbagai kawasan strategis di Kota Samarinda, termasuk akses utama menuju Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, dipastikan terhenti sementara. Proyek ini baru akan dilanjutkan kembali pada tahun 2026.
Kepastian ini disampaikan oleh Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Subandi, yang menegaskan bahwa penghentian proyek bukan disebabkan kendala teknis, melainkan akibat penyesuaian prioritas anggaran oleh pemerintah daerah. “Nah, itu (lahan) sudah dibebaskan semua. Mulai ring road 1 sampai APT Pranoto. Yang belum tinggal dari Mahulu sampai ring road 1. Kurang sedikit saja,” ujar Subandi saat dikonfirmasi.
Menurutnya, Pemerintah Provinsi Kaltim sebelumnya telah mengalokasikan anggaran cukup besar untuk proyek ring road tersebut, mencakup pembebasan lahan dan pelaksanaan konstruksi. “Tapi yang jelas sudah dialokasikan tahun sebelumnya kurang lebih Rp410 miliar. Itu untuk pembebasan dan pelaksanaan pengerjaan,” ungkapnya. pada (15/07/2025).
Namun, pada tahun anggaran 2025, pengerjaan terpaksa dibatalkan karena adanya kebijakan efisiensi. Anggaran yang semula diperuntukkan bagi kelanjutan ring road dialihkan ke program-program lain yang dinilai lebih prioritas. “Cuma karena efisiensi, ada program prioritas yang lain, sehingga tahun ini di-cancel. Kemungkinan akan diperjuangkan dan akan dilanjutkan di 2026,” tegas Subandi.
Ia pun berharap agar pemerintah daerah dapat menambah alokasi anggaran pada tahun mendatang, mengingat pentingnya jalan lingkar tersebut sebagai jalur utama menuju bandara dan bagian dari infrastruktur strategis provinsi.
“Harapan kita ada penambahan (anggaran). Jangan sampai akses ke bandara itu terhambat,” lanjutnya.
Subandi juga menekankan, posisi strategis Samarinda sebagai Ibu Kota Provinsi Kaltim menjadikan pembangunan ring road sebagai proyek vital yang tidak boleh ditunda terlalu lama. “Ini akses penting, bukan hanya bagi mobilitas warga, tapi juga mendukung konektivitas antarwilayah. Apalagi bandara ini menjadi pintu gerbang udara bagi provinsi,” pungkasnya. []
Penulis: Selamet | Penyunting: Aulia Setyaningrum