AS Akan Umumkan Rekonstruksi Gaza di Forum Perdamaian

JAKARTA – Presiden Donald Trump bersiap menjadikan konflik di Jalur Gaza sebagai agenda utama dalam pertemuan perdana Dewan Perdamaian yang akan digelar pekan depan di Washington DC. Dalam forum tersebut, pemerintah Amerika Serikat dijadwalkan mengumumkan rencana pendanaan rekonstruksi wilayah Gaza serta pembentukan pasukan stabilisasi internasional yang mendapat pengesahan dari Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Pertemuan yang dijadwalkan berlangsung pada 19 Februari 2026 itu diperkirakan akan dihadiri delegasi dari sekitar 20 negara, termasuk sejumlah kepala negara dan pejabat tinggi. Informasi ini disampaikan oleh dua pejabat senior AS kepada Reuters. Forum tersebut menjadi tonggak awal operasional Dewan Perdamaian yang dibentuk sebagai bagian dari inisiatif baru Washington dalam mendorong penyelesaian konflik Gaza.

Gagasan pembentukan Dewan Perdamaian sebelumnya telah diresmikan Trump melalui penandatanganan dokumen di Davos, Swiss, pada 23 Januari 2026. Pembentukan lembaga ini juga mendapat legitimasi melalui resolusi Dewan Keamanan PBB, yang mendukung langkah internasional untuk memulihkan stabilitas di Gaza pascakonflik.

Sejumlah negara di kawasan Timur Tengah seperti Arab Saudi, Mesir, Qatar, dan Turki telah menyatakan partisipasi dalam Dewan Perdamaian. Selain itu, negara berkembang seperti Indonesia juga bergabung dalam forum tersebut. Namun, sejumlah sekutu tradisional AS di kawasan Barat masih menunjukkan sikap hati-hati terhadap inisiatif baru ini.

Dukungan juga datang dari Israel. Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, dalam kunjungannya ke Washington DC pada 11 Februari, mengonfirmasi bahwa negaranya telah menjadi bagian dari Dewan Perdamaian. Keterlibatan Israel dinilai penting mengingat negara tersebut merupakan pihak utama dalam konflik dengan kelompok Hamas yang menguasai Gaza.

Salah satu fokus utama pertemuan adalah pengumuman dana rekonstruksi bernilai miliaran dolar AS. Dana tersebut direncanakan berasal dari kontribusi berbagai negara anggota Dewan Perdamaian. Menurut pejabat senior AS, sejumlah negara telah menawarkan dukungan finansial secara sukarela.

“Orang-orang telah datang kepada kami untuk menawarkan. Presiden akan membuat pengumuman terkait uang yang terkumpul,” ujar salah satu pejabat senior AS tersebut.

Selain pendanaan, pembentukan pasukan stabilisasi internasional atau International Stabilization Force (ISF) menjadi elemen penting dalam strategi perdamaian yang diusulkan Trump. Pasukan ini direncanakan terdiri dari ribuan personel militer dari berbagai negara dan akan ditempatkan di Gaza dalam beberapa bulan mendatang. Tujuan utama pengerahan pasukan ini adalah menjaga keamanan, mendukung proses transisi pemerintahan sipil, serta memastikan stabilitas pascakonflik.

Forum tersebut juga akan membahas peran Komite Nasional untuk Administrasi Gaza yang dibentuk guna mengambil alih pengelolaan sipil harian di wilayah tersebut. Komite ini diharapkan mampu menjalankan fungsi pemerintahan dasar, termasuk pengelolaan bantuan kemanusiaan, layanan publik, serta koordinasi keamanan lokal.

Inisiatif Dewan Perdamaian ini memicu beragam respons dari komunitas internasional. Sebagian pihak melihatnya sebagai peluang baru untuk mempercepat stabilisasi Gaza, sementara pihak lain mencermati potensi tumpang tindih peran dengan lembaga internasional yang sudah ada, termasuk PBB.

Meski demikian, pemerintah AS menegaskan bahwa fokus utama pertemuan perdana ini adalah mempercepat pemulihan Gaza melalui dukungan finansial, stabilitas keamanan, dan pembentukan struktur administrasi baru. Keberhasilan forum ini dinilai akan menjadi penentu arah baru upaya perdamaian di kawasan Timur Tengah. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *