ASN Lapas Tenggarong Jalankan Usaha Mandiri untuk Keluarga

KUTAI KARTANEGARA – Seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bertugas di Lapas Perempuan Tenggarong menunjukkan peran ganda sebagai abdi negara sekaligus pelaku usaha mandiri. Mita Amalia, ASN di lingkungan lapas perempuan, mengembangkan usaha sejak tahun 2025 sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga sekaligus perencanaan jangka panjang.

Mita menuturkan, keputusan membuka usaha tidak diambil secara spontan, melainkan melalui pertimbangan matang terhadap potensi yang dimiliki serta kebutuhan ekonomi keluarga. Di tengah tuntutan tugas sebagai ASN, ia melihat peluang untuk mengoptimalkan waktu dan sumber daya agar dapat memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan.

“Alasan utama saya membuka usaha adalah untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga, mengoptimalkan potensi yang ada, serta sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang,” ujarnya, Sabtu (03/01/2026).

Usaha yang dijalankan Mita mulai dirintis sejak awal 2025 dan dikelola secara mandiri dengan pendekatan profesional. Usahanya mencakup parfum, minuman, dan kursus mengemudi. Mita menegaskan bahwa pengelolaan dilakukan dengan prinsip konsistensi dan kualitas sebagai fondasi utama agar usaha tetap bertahan di tengah persaingan.

Menurutnya, keberlanjutan usaha menjadi fokus penting sejak awal perencanaan. Oleh karena itu, ia menerapkan sejumlah strategi yang disesuaikan dengan dinamika pasar dan perkembangan teknologi.

“Mengelola usaha harus konsisten, kualitas produk harus dijaga, dan usaha juga harus menyesuaikan dengan kebutuhan pasar yang terus berubah,” jelasnya.

Pemanfaatan media digital menjadi salah satu strategi utama dalam pemasaran. Mita memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan konsumen sekaligus memperkenalkan produk secara lebih efektif dan efisien. Langkah ini dinilai relevan dengan kondisi pasar saat ini yang semakin bergeser ke arah digital.

Tak hanya mengandalkan pemasaran, Mita juga rutin melakukan evaluasi berkala terhadap usahanya. Evaluasi ini mencakup kualitas produk, respons pasar, hingga efektivitas strategi pemasaran yang telah diterapkan. Dari hasil evaluasi tersebut, penyesuaian dilakukan agar usaha tetap adaptif dan kompetitif.

Kehadiran ASN yang terjun ke dunia usaha dinilai menjadi contoh bahwa profesionalisme sebagai abdi negara dapat berjalan seiring dengan kemandirian ekonomi, selama dijalankan sesuai aturan dan dikelola secara bertanggung jawab.

Langkah Mita ini sekaligus mencerminkan semangat kewirausahaan yang tumbuh di kalangan ASN di Kutai Kartanegara, khususnya dalam mendorong ketahanan ekonomi keluarga melalui usaha mandiri yang berkelanjutan. Dengan prinsip konsistensi, kualitas, dan adaptasi terhadap perkembangan pasar, Mita membuktikan bahwa peran ASN tidak hanya terbatas pada pelayanan publik, tetapi juga dapat mendorong inovasi ekonomi keluarga. []

Penulis: Anggi Triomi | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *