Awal Pekan, Harga Emas 24K Bertahan di Rp2,3 Juta per Gram

JAKARTA – Harga emas perhiasan di pasar ritel nasional pada Senin (06/04/2026) masih bertahan di level tinggi, didorong penguatan harga emas batangan yang menjadi acuan utama, sehingga memicu penyesuaian harga di tingkat konsumen meski dalam skala terbatas.

Memasuki awal pekan kedua April 2026, harga emas perhiasan kadar 24 karat tercatat berada di kisaran Rp2,3 juta per gram (di luar ongkos pembuatan), sementara emas kadar 18 karat (75%) stabil di level Rp1,5 jutaan per gram. Kondisi ini menunjukkan tren penguatan yang masih berlanjut pasca dinamika pasar global pada awal Kuartal II (Q2) 2026.

Selain dipengaruhi harga emas batangan, pergerakan harga perhiasan juga ditentukan oleh mekanisme pasar ritel, termasuk selisih harga beli dan jual kembali (spread). Faktor kondisi fisik barang dan kelengkapan dokumen pembelian turut memengaruhi nilai transaksi saat buyback.

Berdasarkan data pasar, harga material emas perhiasan per gram pada Senin (06/04/2026) tercatat sebagai berikut:

  • Emas 24 karat (99%): Rp2.367.000
  • Emas 23 karat: Rp2.033.000
  • Emas 22 karat: Rp1.944.000
  • Emas 18 karat (75%): Rp1.589.000
  • Emas 17 karat (70%): Rp1.545.000
  • Emas 16 karat: Rp1.409.000
  • Emas 10 karat: Rp876.000

Harga tersebut merupakan estimasi nilai material dan belum termasuk ongkos jasa pembuatan yang bervariasi di setiap toko.

Sementara itu, harga emas batangan sebagai acuan pasar juga berada di level tinggi. Emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) untuk ukuran 1 gram tercatat sekitar Rp2.857.000, sedangkan emas UBS Pegadaian berada di kisaran Rp2.885.000 per gram. Adapun harga buyback emas Antam resmi tercatat sekitar Rp2.577.000 per gram.

Meski harga relatif tinggi, minat masyarakat terhadap emas perhiasan tetap stabil. Pelaku pasar menyebutkan permintaan masih didominasi pembelian untuk kebutuhan investasi jangka menengah sekaligus penggunaan pribadi, terutama pada model klasik yang memiliki likuiditas tinggi saat dijual kembali.

Di tengah kondisi ini, konsumen disarankan lebih selektif dalam bertransaksi, termasuk memastikan kejelasan nota pembelian yang mencantumkan berat, kadar, serta rincian biaya pembuatan. Langkah ini dinilai penting untuk menjaga nilai aset sekaligus memudahkan proses penjualan kembali di kemudian hari.

Secara keseluruhan, harga emas perhiasan pada awal pekan ini mencerminkan tren penguatan yang masih bertahan, seiring kokohnya harga emas global. Namun, pelaku pasar tetap perlu mencermati potensi fluktuasi yang dipengaruhi dinamika ekonomi internasional ke depan. Sebagaimana dilansir Netralnews, Senin (06/04/2026), kondisi ini menjadi indikator bahwa emas masih menjadi instrumen investasi yang diminati di tengah ketidakpastian pasar global. []

Penulis: Ilham Hambali | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *