Ayam Bakar Mak Ci Tembus Pasar Samarinda Lewat Kampung Ramadan
SAMARINDA – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali meramaikan gelaran Kampung Ramadan yang berlangsung di Eks Lapangan Pesawat Temindung, Kota Samarinda, selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Salah satu peserta yang turut ambil bagian adalah Ayam Bakar Mak Ci, usaha kuliner asal Tenggarong yang menghadirkan menu andalan ayam bakar rendang.
Pemilik Ayam Bakar Mak Ci, Indah Yulita Sari, mengatakan keikutsertaannya dalam event tahunan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan produknya kepada masyarakat Samarinda. Ia berharap partisipasi ini dapat memperluas pasar sekaligus meningkatkan penjualan selama Ramadan.
“Produk utama kami jelas ayam bakar, dan salah satu menu best seller adalah ayam bakar rendang. Usaha ini sudah berjalan sejak 2018 di Tenggarong, tepatnya di Jalan Sukarame, Kelurahan Sukarame. Nama ‘Mak Ci’ dipilih agar mudah diingat oleh pelanggan,” ujar Indah saat diwawancarai di stand booth Kampung Ramadan, Sabtu (28/02/2026).
Selain menawarkan menu ayam bakar dengan cita rasa khas, Ayam Bakar Mak Ci juga memiliki program sosial rutin bertajuk Jumat Berkah. Program tersebut menjadi salah satu ciri khas usaha yang membedakannya dari pelaku kuliner lainnya.
“Setiap Jumat kami berbagi makanan ke panti-panti atau kaum yang membutuhkan. Program ini juga menjadi jembatan bagi masyarakat yang ingin bersedekah bersama,” katanya.
Menurut Indah, program tersebut lahir dari kepedulian sosial sekaligus untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin berbagi, meskipun dengan nominal kecil.
“Kadang orang ingin berbagi tapi merasa sungkan dengan nominal kecil. Kami menghimpun donasi itu agar bisa disalurkan bersama-sama,” tambahnya.
Selama Ramadan, Ayam Bakar Mak Ci tetap beroperasi sejak awal bulan puasa. Indah mengungkapkan bahwa omzet harian rata-rata berkisar antara Rp1.000.000 hingga Rp1.500.000. Namun, pendapatan dapat meningkat signifikan saat mengikuti event besar.
“Omzet bisa meningkat signifikan saat ada event besar, seperti acara sahur bersama. Hambatan utama biasanya hanya cuaca, karena kami berjualan di luar ruangan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan adanya perbedaan omzet yang cukup terasa antara hari biasa dan momentum Ramadan. “Kalau di event, omzet pasti lebih tinggi dibandingkan di outlet harian,” ujarnya.
Selain fokus pada pengembangan usaha, Indah menyoroti pentingnya legalitas bagi pelaku UMKM. Menurutnya, kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB) menjadi salah satu persyaratan utama dalam mengikuti kegiatan resmi.
“Persyaratan utama dari Dinas Pariwisata adalah memiliki legalitas usaha, terutama Nomor Induk Berusaha (NIB). Panitia juga memfasilitasi penerbitan sertifikat halal melalui pendampingan khusus, sehingga UMKM yang belum memiliki sertifikat halal bisa dibantu prosesnya,” katanya.
Indah berharap keikutsertaan Ayam Bakar Mak Ci di Kampung Ramadan dapat semakin memperluas jangkauan pasar dan memperkuat citra merek di Kota Samarinda.
“Harapan kami tentu agar produk semakin dikenal banyak orang. Event seperti ini membantu meningkatkan omzet sekaligus memperkuat brand kami,” pungkasnya.
Kehadiran Ayam Bakar Mak Ci di Kampung Ramadan mencerminkan semangat UMKM lokal untuk terus berkembang, sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat melalui inovasi produk dan kepedulian sosial. []
Penulis: Rifky Irlika Akbar | Penyunting: Aulia Setyaningrum
