Banjir Bandang Long Ikis Rendam 81 Rumah dan Fasilitas Umum

PASER — Banjir bandang yang menerjang dua desa di Kecamatan Long Ikis, Kabupaten Paser, menjadi peringatan serius terhadap kerentanan wilayah aliran sungai di tengah tingginya intensitas hujan. Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (04/10/2025) dini hari sekitar pukul 01.00 Wita ini berdampak luas terhadap permukiman warga hingga fasilitas umum, menyusul hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat malam.

Curah hujan tinggi yang berlangsung sejak pukul 21.00 Wita hingga Sabtu pagi menyebabkan Sungai Samuntai dan Sungai Lombok meluap. Akibatnya, Desa Samuntai dan Desa Lombok menjadi wilayah terdampak terparah. Data sementara mencatat sebanyak 87 kepala keluarga atau 262 jiwa terdampak langsung, dengan 81 rumah warga terendam banjir setinggi 60 sentimeter hingga mencapai dua meter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser, Ruslan, menyampaikan bahwa dampak banjir tidak hanya mengenai rumah warga, tetapi juga merusak berbagai fasilitas publik dan sumber mata pencaharian masyarakat.

“Banyak fasilitas ikut terdampak, mulai dari pasar tradisional, gudang LPG milik Bumdes, usaha pabrik tahu, sektor pertanian dan peternakan, hingga fasilitas pendidikan dan olahraga,” ujar Ruslan, Minggu (05/10/2025).

Ia mengungkapkan, salah satu fasilitas yang mengalami kerusakan cukup serius adalah SD Negeri 036 Long Ikis. Sejumlah aset sekolah dilaporkan rusak bahkan hanyut terbawa arus banjir.

“Beberapa aset sekolah seperti tiga unit genset, satu pompa air, satu printer, delapan aki PLTS, dua perangkat sound system, tandon air, hingga seluruh buku pelajaran mengalami kerusakan atau hilang terbawa banjir,” jelasnya.

Meski tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, Ruslan menyebut sebagian warga terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat karena kondisi rumah belum memungkinkan untuk ditempati. Tim gabungan dari BPBD Paser, Dinas Sosial dan Tagana, perangkat desa, Babinsa, relawan, serta masyarakat setempat telah dikerahkan untuk melakukan evakuasi, pembersihan material banjir, dan penyaluran bantuan darurat berupa 57 paket sandang dan pangan.

“Air sudah surut sejak sore kemarin. Warga juga mulai membersihkan lumpur dan sisa material banjir. Kami masih terus melakukan asesmen untuk penanganan dan pemulihan pascabencana,” katanya.

Berdasarkan keterangan warga, banjir bandang serupa terakhir kali terjadi sekitar tiga dekade lalu. Kondisi ini mendorong BPBD Paser mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rawan bencana, agar meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir susulan. []

Red04

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *