Bank Dorong UMKM Hijau, Pembiayaan Berbasis ESG Diperkuat
JAKARTA – Sektor perbankan nasional mulai mengarahkan pembiayaan ke usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berbasis ramah lingkungan sebagai strategi mempercepat transisi ekonomi rendah karbon sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.
PT Bank Permata Tbk (Permata Bank) menilai transformasi UMKM menuju praktik usaha berkelanjutan menjadi kunci, mengingat kontribusinya mencapai sekitar 61 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia. Upaya ini dilakukan melalui penguatan pembiayaan berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola (environmental, social, and governance/ESG) serta pengembangan ekosistem ekonomi hijau.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Permata Bank menggelar Permata Eco Fair 2026 yang mempertemukan pelaku UMKM berkelanjutan dengan masyarakat sekaligus membuka ruang edukasi terkait ekonomi hijau dan ekonomi sirkular.
“Melalui Permata Eco Fair 2026, kami ingin memulai langkah kecil yang memiliki dampak yang besar dengan memberikan pemahaman yang lebih membumi mengenai ekonomi hijau dan praktik bisnis berkelanjutan, serta menghadirkan contoh nyata transformasi UMKM yang mengangkat isu keberlanjutan. Sebagai pelaku industri perbankan, kami bangga dapat menjembatani ekosistem perekonomian hijau dan berkelanjutan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia,” terang Meliza M. Rusli, Direktur Utama (Dirut) Permata Bank dalam keterangan tertulis, Selasa (17/3), sebagaimana dilansir Pasardana, Selasa, (17/03/2026).
Selain memperluas literasi, Permata Bank juga memperkuat penyaluran pembiayaan berkelanjutan dengan meningkatkan proses uji kelayakan (due diligence) berbasis ESG serta pengelolaan risiko iklim. Langkah ini bertujuan memastikan pembiayaan yang disalurkan sejalan dengan prinsip keberlanjutan dan regulasi nasional.
Kebijakan tersebut sejalan dengan dorongan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 51/2017 tentang keuangan berkelanjutan, yang mendorong lembaga jasa keuangan meningkatkan portofolio pembiayaan hijau. Berdasarkan data OJK, kredit hijau nasional telah mencapai Rp2.075 triliun per Desember 2024.
Di sisi lain, Permata Bank juga menargetkan pencapaian net zero emission (NZE) pada operasionalnya pada 2030 sebagai bagian dari komitmen mendukung agenda nasional menuju ekonomi rendah karbon.
“Ke depan, Permata Bank akan terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong transformasi UMKM serta mempercepat transisi menuju ekonomi yang lebih berkelanjutan di Indonesia,” tandas Meliza M. Rusli.
Dengan langkah ini, sektor perbankan diharapkan tidak hanya berperan sebagai penyedia pembiayaan, tetapi juga menjadi katalis perubahan menuju model ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. []
Penulis: Pasardana.id | Penyunting: Redaksi01
