Bank Kalbar Catat 16.000 Pelaku Usaha Terdaftar di QRIS, Transaksi Tembus Rp18,7 Milliar

PONTIANAK, PRUDENSI.COM-PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) terus mempercepat digitalisasi transaksi keuangan dengan mendorong adopsi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) yang masif. Hingga akhir tahun 2025, jumlah pedagang atau merchant yang telah menggunakan QRIS Bank Kalbar telah mencapai 16.000 pelaku usaha.

Direktur Utama Bank Kalbar, H. Rokidi, mengungkapkan bahwa nilai transaksi yang digerakkan melalui sistem pembayaran digital ini juga sangat signifikan. Hanya di wilayah Kota Pontianak saja, nilai transaksi QRIS Bank Kalbar telah menembus angka Rp18,7 miliar.

“Memaksimalkan QRIS terus menjadi upaya kami, contohnya melalui berbagai kegiatan seperti pameran dan kegiatan lainnya. UMKM terus didorong menggunakan QRIS Bank Kalbar,” kata Rokidi.

Menurut Rokidi, selain memudahkan transaksi bagi masyarakat yang sudah serba digital, adopsi QRIS juga membawa manfaat besar bagi pelaku usaha. Sistem ini membantu dalam pencatatan keuangan yang lebih rapi dan akurat, yang merupakan fondasi penting bagi pengembangan usaha.

“Dengan QRIS tidak perlu bawa uang tunai. QRIS menjadikan efisiensi dunia keuangan, terutama perbankan,” tambahnya.

Komitmen Bank Kalbar tidak hanya berfokus pada sektor ritel dan UMKM secara individu. Rokidi menyatakan bahwa bank juga aktif mendorong penggunaan QRIS dalam kegiatan-kegiatan massal di daerah, seperti pasar murah, festival, dan even-even publik lainnya. Langkah ini diharapkan dapat memperluas jangkauan dan membiasakan masyarakat dengan transaksi non-tunai.

Selain itu, Bank Kalbar juga berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dalam upaya optimalisasi penerimaan pajak daerah. Salah satu bentuknya adalah dengan memfasilitasi pembayaran pajak atau retribusi menggunakan QRIS, yang dinilai lebih efisien, transparan, dan mengurangi potensi kebocoran.

“Kami juga ikut optimalisasi pajak dengan pemda, untuk pembayarannya dengan QRIS,” jelas Rokidi.

Untuk mendukung berbagai kebutuhan yang berbeda, Bank Kalbar menyediakan QRIS dengan dua sistem, yaitu statis dan dinamis. Kode QR statis umumnya digunakan untuk transaksi dengan nominal tetap, sedangkan QR dinamis digunakan untuk transaksi dengan nominal yang dapat diinput, disesuaikan dengan jenis usaha dan kebutuhan transaksinya.

“Untuk transaksi QRIS baik dengan sistem statis maupun dinamis disesuaikan peruntukannya,” pungkas Rokidi.

Pencapaian dalam pengembangan ekosistem QRIS ini sejalan dengan strategi besar Bank Kalbar untuk mendukung transformasi digital dan peningkatan inklusi keuangan di Kalimantan Barat, sekaligus memperkuat posisinya sebagai bank daerah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *