Bank Kalbar Dukung Pronas Tiga Juta Rumah
PONTIANAK, PRUDENSI.COM-PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar) terus mendorong dukungan terhadap program nasional 3 juta rumah melalui penyaluran pembiayaan perumahan.
Hal tersebut disampaikan Direktur Utama Bank Kalbar, Rokidi, dalam kegiatan pemaparan kinerja Bank Kalbar di Pontianak, pada Selasa (06/01/2026).
Rokidi mengatakan Bank Kalbar saat ini tengah menggenjot pembiayaan perumahan melalui kerja sama dengan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), termasuk di dalamnya dukungan pendanaan dari Sarana Multigriya Finansial (SMF).
Kita lagi genjot, karena itu juga salah satu program pemerintah. Kami kerja sama dengan FLPP, yang di dalamnya ada SMF, pendanaannya untuk perumahan. Kami kerja sama dan sudah tanda tangan,” ujar Rokidi.
Ia menjelaskan, pada tahun 2026 Bank Kalbar kembali menyiapkan penandatanganan perjanjian kerja sama lanjutan untuk pembiayaan perumahan di Kalimantan Barat. Penandatanganan tersebut diperkirakan akan dilakukan dalam waktu dekat.
“Dan tanda tangan yang kedua di tahun 2026 ini, insya Allah mungkin dalam waktu satu atau dua bulan. Saya kira mungkin awal bulan ini sudah ada tanda tangan atau perjanjian kerja sama untuk berapa yang kami jatahkan untuk Kalimantan Barat,” katanya.
Rokidi mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 Bank Kalbar telah menyalurkan pembiayaan perumahan sebanyak lebih dari 700 unit. Ke depannya, seiring target nasional 3 juta rumah, ia memperkirakan porsi pembiayaan yang diberikan kepada Bank Kalbar akan semakin besar.
“Kami di tahun 2025 ada 700-an lebih. Mungkin tahun ini, karena kan harus mencapai 3 juta, harus segera. Mungkin kami diberi porsi yang lebih besar lagi,” ujarnya.
Ia membandingkan skema pembiayaan perumahan tersebut dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang selama ini dinilai memiliki kualitas yang baik. Menurut Rokidi, rasio kredit bermasalah KUR Bank Kalbar tetap terjaga rendah.
“Sebagaimana KUR, karena KUR kami ini KUR yang bagus dan NPL-nya 1,6. 1,6 itu KUR-nya bagus, kualitasnya bagus, padahal sebetulnya posisinya ekspansinya lebih dari apa yang dijatahkan oleh pemerintah. Kemarin hanya diberikan fasilitas Rp 750 miliar,” katanya.
Rokidi juga menanggapi soal tantangan dalam penyaluran pembiayaan, khususnya terkait kelayakan debitur. Ia menegaskan Bank Kalbar tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dan melakukan koordinasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Kami tetap koordinasi dengan OJK seperti apa. Karena kami lebih tahu dibandingkan orang luar,”pungkasnys.(*)
