BBM Tetap Stabil 10 April 2026, Ini Dampaknya bagi Masyarakat
JAKARTA – Pemerintah memutuskan menahan harga bahan bakar minyak (BBM) di seluruh wilayah Indonesia hingga 10 April 2026, langkah yang dinilai menjaga stabilitas daya beli masyarakat di tengah dinamika energi global menjelang akhir pekan.
Kebijakan tersebut diikuti oleh PT Pertamina Patra Niaga sebagai subholding komersial dan perdagangan PT Pertamina (Persero), dengan tidak melakukan penyesuaian harga BBM baik subsidi maupun non-subsidi sejak 1 April 2026.
“Pertamina Patra Niaga senantiasa melaksanakan kebijakan pemerintah, termasuk dalam hal penetapan harga BBM,” ucap Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga Roberth MV dalam keterangan resmi, sebagaimana dilansir Inews, Jumat (10/04/2026).
Stabilnya harga BBM ini mencakup berbagai jenis produk, mulai dari Pertalite hingga Pertamax Turbo, serta bahan bakar diesel seperti Dexlite dan Pertamina Dex. Secara umum, harga Pertalite tetap di angka Rp10.000 per liter dan Solar Rp6.800 per liter di hampir seluruh wilayah.
Di wilayah DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Jawa Timur, harga Pertamax dipatok Rp12.300 per liter, sementara Pertamax Turbo berada di Rp13.100 per liter dan Pertamax Green 95 sebesar Rp12.900 per liter. Adapun Dexlite dijual Rp14.200 per liter dan Pertamina Dex Rp14.500 per liter.
Sementara itu, di wilayah Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Barat (Kalbar), Kalimantan Tengah (Kalteng), serta Nusa Tenggara Timur (NTT), harga Pertamax berada di kisaran Rp12.600 per liter, dengan Pertamax Turbo Rp13.300 per liter, Dexlite Rp14.500 per liter, dan Pertamina Dex Rp14.800 per liter.
Perbedaan harga juga terlihat di sejumlah wilayah seperti Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Utara (Kaltara), di mana Pertamax dijual Rp12.900 per liter dan Pertamax Turbo Rp13.650 per liter. Hal ini menunjukkan adanya penyesuaian harga berbasis distribusi dan wilayah.
Selain itu, kawasan Free Trade Zone (FTZ) seperti Sabang dan Batam mencatat harga BBM yang relatif lebih rendah dibandingkan wilayah lain, mencerminkan kebijakan khusus dalam mendukung aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.
Kebijakan menahan harga BBM ini diambil menyusul arahan Presiden Prabowo Subianto yang mempertimbangkan kondisi ekonomi nasional dan global. Langkah tersebut diharapkan mampu menjaga stabilitas inflasi serta memberikan kepastian bagi masyarakat dan pelaku usaha.
Ke depan, pemerintah bersama Pertamina akan terus memantau perkembangan harga minyak dunia dan kondisi fiskal untuk menentukan kebijakan lanjutan, termasuk kemungkinan penyesuaian harga BBM apabila diperlukan. []
Penulis: Redaksi | Penyunting: Redaksi01
