BBRI Siapkan Dividen Jumbo Rp52 Triliun

JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menyiapkan pembagian dividen jumbo kepada pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dijadwalkan berlangsung pada 10 April 2026, dengan total indikasi mencapai sekitar Rp52 triliun.

Rencana tersebut menjadi bagian dari agenda persetujuan penggunaan laba bersih tahun buku 2025, yang akan dialokasikan untuk dividen dan laba ditahan. Manajemen BRI menyebut kebijakan ini didukung oleh kinerja keuangan yang solid serta tingkat permodalan yang dinilai memadai.

“Sebagai informasi tambahan, pada tanggal 15 Januari 2025, perseroan telah mendistribusikan dividen interim sebesar Rp 137 per saham, atau maksimal Rp 20,63 triliun. Hal ini termasuk dalam dividen untuk tahun buku 2025,” ungkap manajemen BRI dikutip Rabu (25/03/2026), sebagaimana dilansir Investor, Rabu, (25/03/2026).

Dengan mempertimbangkan pembagian dividen interim tersebut, perseroan mengindikasikan total dividen minimal sebesar Rp343,4 per saham. Dari jumlah tersebut, dividen final yang diusulkan mencapai Rp206,4 per saham, dengan total saham beredar sebanyak 151.559.001.604 lembar.

Kebijakan ini tetap bergantung pada persetujuan dalam RUPST. Selain pembagian dividen, sebagian laba bersih juga akan dialokasikan sebagai laba ditahan guna mendukung ekspansi bisnis dan menjaga stabilitas keuangan perseroan.

Pada perdagangan Rabu (25/03/2026), saham BBRI terpantau stagnan di level Rp3.480 per saham pada sesi pertama. Dengan posisi tersebut, potensi imbal hasil atau yield dividen final diperkirakan berada di kisaran 5,93 persen.

Sementara itu, Stockbit Sekuritas menilai total dividen yang diusulkan BBRI setara dengan rasio pembayaran dividen atau dividend payout ratio sebesar 92 persen, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 86 persen. Hal ini menunjukkan komitmen perseroan dalam memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.

Ke depan, keputusan final terkait pembagian dividen akan ditentukan dalam RUPST. Investor menanti kepastian tersebut sebagai indikator keberlanjutan kinerja BBRI sekaligus daya tarik investasi di sektor perbankan nasional. []

Penulis: Thresa Sandra Desfika | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *