Bentuk Kepedulian, Pemdes Tongas Wetan Bedah Rumah Warga

PROBOLINGGO, PRUDENSI.COM-Kepedulian terhadap sesama kembali ditunjukkan oleh Pemerintah Desa Tongas Wetan, Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. Senin (13/04/2026).

Melalui aksi nyata yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, pemerintah desa bersama perangkatnya melaksanakan program bedah rumah bagi warga kurang mampu, yakni Ibu Tutik, yang tinggal di Dusun Curah Pondok RT 27 RW 11.

Kegiatan ini bukan sekadar program bantuan biasa, melainkan wujud nyata gotong royong dan solidaritas sosial yang tumbuh dari lingkungan pemerintahan desa itu sendiri.

Bantuan bedah rumah tersebut berasal dari dana urunan para perangkat desa yang diprakarsai langsung oleh Kepala Desa Tongas Wetan, Kasan Nurhadi. Inisiatif ini muncul dari rasa empati setelah melihat kondisi kehidupan Ibu Tutik yang serba terbatas.

Diketahui, Ibu Tutik hidup berdua bersama anaknya yang merupakan penyandang tuna netra. Dengan kondisi tersebut, beban kehidupan yang harus ditanggung tentu tidak ringan.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Ibu Tutik hanya mengandalkan penghasilan dari mencari daun bidara di sekitar lingkungan, yang kemudian dijual dengan harga yang tidak seberapa.

Kepala Desa Tongas Wetan, Kasan Nurhadi, menuturkan bahwa langkah yang diambil bersama perangkat desa merupakan bentuk tanggung jawab moral sebagai pelayan masyarakat.

Menurutnya, sudah sepatutnya pemerintah desa hadir secara langsung untuk membantu warga yang benar-benar membutuhkan, tanpa harus selalu menunggu bantuan dari pihak luar.

“Ibu Tutik ini hidup dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Beliau hanya tinggal berdua dengan anaknya yang tidak bisa melihat. Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, beliau bekerja mencari daun bidara.

Dari situ kami merasa terpanggil untuk membantu, sehingga kami bersama perangkat desa berinisiatif mengumpulkan dana secara swadaya untuk memperbaiki rumah beliau,” jelas Kasan Nurhadi.

Ia juga menambahkan bahwa kondisi rumah Ibu Tutik sebelumnya sangat tidak layak huni. Atap rumah yang bocor membuat air hujan mudah masuk ke dalam rumah, bahkan kerap menyebabkan genangan air saat hujan deras.

Hal tersebut tentu sangat mengganggu kenyamanan dan keselamatan penghuni rumah, terlebih dengan kondisi anak Ibu Tutik yang memiliki keterbatasan penglihatan.

“Kalau hujan, rumahnya sering kemasukan air karena gentingnya banyak yang bocor. Kondisi seperti ini jelas sangat memprihatinkan dan tidak layak. Oleh karena itu, kami fokus memperbaiki bagian atap terlebih dahulu agar rumah tersebut bisa lebih aman dan nyaman untuk ditempati,” imbuhnya.

Lebih jauh, Kasan Nurhadi juga menyampaikan harapannya agar program bantuan seperti bedah rumah dari pemerintah daerah dapat lebih tepat sasaran ke depannya.

Ia menilai masih ada warga yang sebenarnya sangat membutuhkan, namun belum tersentuh bantuan karena berbagai faktor.

“Kami berharap pemerintah daerah juga bisa memberikan perhatian kepada warga seperti Ibu Tutik. Karena selama ini memang ada program bantuan bedah rumah, tetapi sering kali tidak tepat sasaran. Kami berharap ke depan bantuan tersebut bisa benar-benar menyentuh masyarakat yang layak menerima,” tegasnya.

Sementara itu, Ibu Tutik tidak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukur atas bantuan yang diterimanya. Baginya, bantuan ini sangat berarti dan memberikan harapan baru untuk kehidupan yang lebih baik bersama anaknya.

“Sebelumnya rumah saya kalau hujan selalu bocor, bahkan sering kebanjiran di dalam rumah. Saya sangat bersyukur sekarang sudah diperbaiki. Terima kasih banyak kepada Bapak Kepala Desa dan semua perangkat desa yang sudah peduli membantu saya,” ungkapnya dengan penuh rasa terima kasih.

Ia juga berharap agar kebaikan yang telah diberikan oleh Pemerintah Desa Tongas Wetan dapat dibalas dengan kebaikan yang lebih besar, serta menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk turut membantu masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan bedah rumah ini tidak hanya menjadi solusi atas permasalahan tempat tinggal, tetapi juga menjadi simbol kuatnya nilai kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong di tengah masyarakat. Pemerintah Desa Tongas Wetan telah menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan niat tulus.

Dengan adanya aksi sosial seperti ini, diharapkan dapat mendorong munculnya gerakan serupa di wilayah lain, sehingga semakin banyak masyarakat kurang mampu yang mendapatkan perhatian dan bantuan yang layak. Pemerintah desa pun diharapkan terus hadir sebagai garda terdepan dalam menjawab kebutuhan dan permasalahan warganya secara langsung dan berkelanjutan.(rac)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *