Berkah Ramadan, UMKM Al-Fatih Banjir Pesanan, Omzet Meningkat     

Nur Asia Jamil pelaku UMKM asal Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo. (Foto : Abdullah)

PROBOLINGGO, PRUDENSI.COM-Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah sejuta pahala ditabur di bulan suci Ramadhan 1447 H. Angin kencang dan terik matahari ini yang dilakukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), ikut andil dalam keberkahan.

Salah satu yang merasakan berkah Ramadan rumah produksi Al-Fatih Desa Jatiurip, Kecamatan Krejengan, Kabupaten Probolinggo.

Pemilik usaha Nur Asia Jamil (35) mengatakan bahwa momentum Ramadan dan Idulfitri 1447 H menjadi periode hasil terbesar bagi usahanya.

Saat musim Ramadhan, Nur Asia Jamil mampu memproduksi sekitar 200 bungkus perhari, satu bungkusnya isi 12 jika per pacs bisa menghasilkan 2500 pacs hingga 300 bungkus jadi hampir 3000 pcs dengan melibatkan tiga hingga lima pekerja, jauh lebih banyak dibanding hari biasa yang hanya sekitar dua orang pekerja.

“Kalau omzet Ramadhan meningkat sangat pesat dari hari sebelumnya ini peningkatannya bisa 3 kali lipat atau lebih dari 100 persen dari omzet bulanan kita yang biasa,” ucap Nur Asia Jamil kepada wartawan Prudensi, Jum’at (6/3/2026).

Nur Asia Jamil merintis usaha sejak 2018 dengan modal awal seadanya, yakni Rp 200 .000. Selama 8 tahun perjalanan bisnis yang digeluti, dia mengaku mengalami fase naik turun sebelum akhirnya mampu memperluas pangsa pasar.

Dukungan modal dari koperasi pun mampu mendukung dapur rumahan menjadi tumpuan hidup yang menyejahterakan masyarakat di daerah.

Setelah bergabung dalam program pembinaan UMKM binaan warga NU pada tahun 2024 dari BMT NU Kraksaan merasakan banyak perkembangan meningkatkan

Sejak 1 tahun lalu, Nur asia mendapat berbagai dukungan.

Adapun dukungan itu mulai dari pinjaman, modal dan bantuan alat juga bahan produksi. Dia juga rutin diajak mengikuti pelatihan Fatayat NU Kraksaan untuk memperluas jaringan pemasaran.

“Ini krupuk tempe renyah dan gurih satu satu dari krupuk tempe yang ini yang paling renyah

Menurut alumni PMII UINSA (Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya) dukungan permodalan menjadi penopang utama dalam perkembangan usahanya, terutama menjelang lebaran saat kebutuhan bahan baku melonjak.

“UMKM ini memang butuh bantuan modal untuk produksi, apalagi sebelum Lebaran. Harapannya ke depan bisa ada tambahan plafon pinjaman supaya usaha kami bisa terus berkembang,” kata dia.

“Saya sebagai suami sangat mendukung usaha krupuk tempe Al-Fatih yang dibangun oleh istri juga tidak luput dari dukungan keluarga “tutupnya. (adl)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *