Binaan Desa Berbuah Manis, Bupati Paser Diguyur Penghargaan
PASER — Prestasi pembangunan desa Kabupaten Paser kembali mendapat pengakuan nasional. Bupati Paser, Fahmi Fadli, menerima penghargaan Upakarya Wanua Nugraha Tahun 2026 pada puncak peringatan Hari Desa yang digelar di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Kamis 15 Januari 2026.
Penghargaan tersebut diberikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kepada kepala daerah yang dinilai berhasil melakukan pembinaan desa dan kelurahan secara berkelanjutan. Penilaian tersebut didasarkan pada keberhasilan desa binaan menorehkan prestasi dalam lomba desa tingkat nasional.
Upakarya Wanua Nugraha dikenal sebagai penghargaan tertinggi Kemendagri dalam bidang pembinaan desa. Penghargaan ini menjadi indikator keberhasilan kepala daerah dalam mendorong tata kelola pemerintahan desa yang kuat, inovatif, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Paser, Kasrani, menjelaskan bahwa penghargaan tersebut diraih melalui proses seleksi berjenjang yang panjang dan ketat, mulai dari tingkat desa hingga nasional.
“Prosesnya cukup panjang. Desa Padang Jaya melewati tahapan dari tingkat kecamatan, kabupaten, provinsi, hingga akhirnya berhasil meraih juara satu nasional di regional III,” ujar Kasrani saat ditemui di Tanah Grogot, Senin (19/01/2026).
Ia menyebutkan, sejumlah indikator menjadi penilaian utama, antara lain tata kelola administrasi pemerintahan desa, pengelolaan keuangan dan pendapatan desa, serta kemampuan desa dalam menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Tahun ini, penilaian lomba desa nasional juga diselaraskan dengan tema Hari Desa, yakni ketahanan pangan. Fokus penilaian diarahkan pada peran desa dalam menciptakan kemandirian pangan dan penguatan ekonomi lokal.
“Padang Jaya dinilai unggul karena memiliki inovasi nyata. Salah satunya kerja sama dengan dinas peternakan dalam pengembangan ayam petelur sebagai penopang ketahanan pangan desa,” jelas Kasrani.
Keberhasilan tersebut membuat Desa Padang Jaya tidak hanya menjadi kebanggaan Kabupaten Paser, tetapi juga menarik perhatian daerah lain. Sejumlah pemerintah daerah dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, hingga Kalimantan Selatan datang langsung untuk mempelajari pola pembinaan dan inovasi yang diterapkan.
“Sudah beberapa daerah datang langsung ke Padang Jaya untuk belajar. Ini menunjukkan desa kita bisa menjadi rujukan nasional,” ungkapnya.
Prestasi ini sekaligus menegaskan pentingnya peran kepala daerah dalam membina desa, mulai dari kebijakan pendukung, penguatan kapasitas aparatur desa, hingga dorongan terhadap inovasi berbasis potensi lokal.
Bupati Paser, Fahmi Fadli, menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh elemen, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten, serta partisipasi aktif masyarakat.
“Penghargaan ini bukan milik pemerintah daerah semata, tetapi hasil kerja bersama seluruh pihak yang konsisten membangun desa,” ujar Fahmi.
Ia berharap capaian Desa Padang Jaya dapat menjadi pemantik semangat bagi desa-desa lain di Kabupaten Paser untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pembangunan.
Dengan diraihnya penghargaan Upakarya Wanua Nugraha, Kabupaten Paser kian menegaskan posisinya sebagai daerah yang serius membangun desa melalui pendekatan berkelanjutan, partisipatif, dan berbasis potensi lokal. []
Redaksi
