Bom Bunuh Diri Guncang Masjid Syiah di Islamabad, 15 Orang Tewas

ISLAMABAD – Aksi teror kembali mengguncang Pakistan setelah sebuah ledakan bom bunuh diri menghantam masjid Syiah di wilayah ibu kota Islamabad. Serangan yang terjadi sesaat setelah pelaksanaan salat Jumat itu menewaskan sedikitnya 15 orang dan melukai puluhan jemaah, memicu duka mendalam sekaligus kekhawatiran akan keamanan rumah ibadah di negara tersebut.

Ledakan terjadi di Masjid Khadija Tul Kubra yang berlokasi di kawasan Tarlai Kalan, sebelah tenggara Islamabad. Berdasarkan keterangan aparat keamanan, pelaku diduga meledakkan diri setelah dicegat petugas keamanan di gerbang masjid.

“Pelaku dihentikan di gerbang dan meledakkan dirinya sendiri,” ucap seorang sumber keamanan Pakistan, seperti dikutip AFP, Jumat (06/02/2026).

Sumber senior kepolisian setempat menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi setelah jemaah menunaikan salat Jumat. Saat itu, ratusan orang masih berada di area masjid, sehingga ledakan menimbulkan korban dalam jumlah besar. Para korban tewas dan luka diketahui merupakan jemaah yang tengah beraktivitas di lingkungan masjid.

Pihak berwenang Islamabad memperbarui jumlah korban beberapa jam setelah kejadian. Dalam pernyataan resmi, otoritas setempat menyebutkan sedikitnya 15 orang meninggal dunia akibat ledakan tersebut. Selain korban tewas, puluhan orang lainnya dilaporkan mengalami luka dengan tingkat keparahan yang beragam.

“Jumlah pasien yang dibawa ke berbagai rumah sakit telah melebihi 80 orang,” sebut pernyataan tersebut.

Rumah sakit di Islamabad pun dipenuhi korban ledakan. Seorang fotografer AFP yang berada di luar Pakistan Institute of Medical Sciences (PIMS) melaporkan bahwa puluhan ambulans silih berganti membawa korban luka ke fasilitas medis tersebut. Keluarga korban tampak menunggu dengan cemas di luar rumah sakit, sementara tenaga medis bekerja keras menangani para pasien.

Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, secara tegas mengecam aksi teror tersebut. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban serta mengutuk tindakan kekerasan yang menargetkan tempat ibadah.

Sharif juga menyatakan “kesedihan mendalam” atas para korban tewas dan korban luka akibat ledakan tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada kelompok atau organisasi yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom bunuh diri tersebut. Aparat keamanan Pakistan masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap jaringan di balik serangan, termasuk menelusuri identitas pelaku dan kemungkinan keterkaitannya dengan kelompok ekstremis.

Serangan terhadap masjid Syiah ini kembali menyoroti persoalan keamanan dan toleransi beragama di Pakistan. Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok minoritas, termasuk komunitas Syiah, kerap menjadi sasaran serangan teror. Pemerintah Pakistan berulang kali menyatakan komitmennya untuk memberantas terorisme, namun insiden ini menunjukkan ancaman tersebut masih nyata.

Pasca-ledakan, aparat keamanan meningkatkan penjagaan di sejumlah tempat ibadah dan fasilitas publik di Islamabad serta kota-kota besar lainnya. Masyarakat diimbau tetap waspada dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang.

Tragedi ini tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga trauma mendalam bagi para penyintas dan keluarga korban. Serangan terhadap rumah ibadah di hari suci kembali menegaskan dampak kemanusiaan yang besar dari aksi terorisme, yang terus menjadi tantangan serius bagi stabilitas dan perdamaian di kawasan tersebut. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *