BTN Buka Rekrutmen Siber, Fokus Perkuat Keamanan Digital
JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BTN) memperkuat sistem pertahanan digital dengan membuka rekrutmen tenaga profesional di bidang keamanan siber, menyusul meningkatnya kebutuhan perlindungan terhadap potensi ancaman pada sistem perbankan.
Langkah ini ditujukan untuk mengisi posisi strategis yang berperan dalam pemantauan keamanan hingga penanganan insiden digital. Rekrutmen diumumkan secara resmi melalui kanal media sosial perusahaan dan dibuka hingga 21 Maret 2026.
Manajemen BTN menegaskan bahwa seleksi difokuskan pada kandidat berpengalaman yang memiliki kompetensi teknis mendalam di bidang teknologi informasi, khususnya keamanan sistem.
Dua posisi utama yang dibuka yakni Security Operation Center Manager (SOC Manager) dan Digital Forensic Senior Officer. Kedua posisi ini menuntut pemahaman terhadap standar keamanan global serta regulasi sektor jasa keuangan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI).
Posisi SOC Manager bertanggung jawab memimpin unit operasional pemantauan keamanan sistem secara menyeluruh, termasuk penggunaan perangkat seperti Security Information and Event Management (SIEM), Endpoint Detection and Response (EDR), Network Detection and Response (NDR), firewall, serta Intrusion Detection System/Intrusion Prevention System (IDS/IPS).
Selain itu, kandidat diharapkan memahami kerangka kerja keamanan informasi global seperti National Institute of Standards and Technology Cybersecurity Framework (NIST Cybersecurity Framework), International Organization for Standardization 27001 Information Security Management System (ISO 27001 ISMS), serta referensi threat intelligence seperti MITRE ATT&CK.
Sementara itu, posisi Digital Forensic Senior Officer berfokus pada investigasi insiden siber melalui proses identifikasi, akuisisi, hingga dokumentasi bukti digital sesuai standar chain of custody. Kandidat juga dituntut mampu menganalisis berbagai platform, termasuk Windows, Linux, Mac, server, dan perangkat seluler.
Kemampuan memahami kerangka kerja penanganan insiden seperti National Institute of Standards and Technology Special Publication 800-61 (NIST SP 800-61) dan International Organization for Standardization 27037 (ISO 27037) menjadi nilai penting dalam proses seleksi.
BTN juga memberikan nilai tambah bagi pelamar yang memiliki sertifikasi profesional seperti GIAC Certified Forensic Analyst (GCFA), GIAC Certified Forensic Examiner (GCFE), Computer Hacking Forensic Investigator (CHFI), EnCase Certified Examiner (ENCE), dan Certified Forensic Computer Examiner (CFCE).
Proses pendaftaran dilakukan secara daring melalui laman resmi perusahaan. Pelamar diminta menyiapkan dokumen seperti curriculum vitae (CV), ijazah, transkrip nilai, dan sertifikat pendukung sebelum mengisi formulir pendaftaran.
Manajemen BTN menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen tidak dipungut biaya dan mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap potensi penipuan yang mengatasnamakan perusahaan.
Pengumuman resmi hanya akan disampaikan melalui surat elektronik perusahaan dan pesan singkat resmi. Informasi ini disampaikan sebagaimana dilansir Kontan, Selasa, (17/03/2026).
Melalui rekrutmen ini, BTN berharap dapat memperkuat sistem keamanan digital sekaligus menjaga kepercayaan nasabah terhadap layanan perbankan yang aman dan andal di tengah perkembangan ancaman siber yang semakin kompleks. []
Penulis: Tiyas Septiana | Penyunting: Redaksi01
