Bulog Serap 95 Ribu Ton Gabah Petani di Sumsel Babel
PALEMBANG – Perum Bulog Kantor Wilayah Sumatera Selatan Dan Bangka Belitung Terus Mengoptimalkan Penyerapan Gabah Dari Petani Hingga Awal Tahun 2026. Langkah Ini Dilakukan Sebagai Upaya Memperkuat Cadangan Beras Pemerintah Serta Menjaga Stabilitas Pasokan Dan Harga Pangan Di Wilayah Tersebut.
Hingga Maret 2026, Bulog wilayah Sumsel dan Babel tercatat telah menyerap sebanyak 95.147 ton gabah kering panen (GKP) dari para petani. Penyerapan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam menjaga ketersediaan beras nasional sekaligus memberikan kepastian pasar bagi hasil panen petani.
Pemimpin Wilayah Bulog Sumsel Babel, Mersi Windrayani, mengatakan upaya tersebut merupakan bentuk komitmen Bulog dalam menjaga keseimbangan pasokan dan harga pangan di tingkat produsen maupun konsumen.
“Kami berupaya menjaga ketersediaan stok beras sekaligus mendukung stabilitas harga di tingkat petani dan konsumen,” kata Mersi Windrayani saat meninjau kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM), sebagaimana dilansir Antara, Sabtu, (14/03/2026).
Ia menjelaskan bahwa saat ini total Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Bulog di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung mencapai sekitar 90.097 ton. Dari jumlah tersebut, sebanyak 7.667 ton beras telah disalurkan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sejak awal tahun 2026.
Program penyaluran beras SPHP juga menjadi bagian dari pelaksanaan Gerakan Pangan Murah yang digagas oleh Badan Pangan Nasional atau Bapanas. Program ini dilaksanakan secara serentak di berbagai daerah sebagai langkah strategis untuk menjaga ketersediaan bahan pangan pokok dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat.
“GPM bertujuan memastikan masyarakat mendapatkan pangan murah sekaligus menjadi instrumen pengendalian harga di pasar,” ujar Mersi.
Selain menjalankan program stabilisasi harga pangan, Bulog Sumsel Babel juga tengah melaksanakan penugasan dari Bapanas untuk menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat. Bantuan tersebut merupakan alokasi periode Februari hingga Maret 2026.
Di wilayah Sumatera Selatan, program bantuan pangan tersebut ditujukan kepada 968.499 penerima manfaat yang tersebar di berbagai daerah. Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan bahan pokok sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
Secara keseluruhan, jumlah bantuan yang disalurkan dalam program tersebut mencapai sekitar 19.369 ton beras serta 3,873 juta liter minyak goreng. Dalam kegiatan yang digelar di Palembang, Bulog juga melakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada lima orang penerima manfaat.
Setiap penerima mendapatkan bantuan berupa 20 kilogram beras serta empat liter minyak goreng merek Minyakita. Bantuan ini diharapkan dapat meringankan kebutuhan rumah tangga masyarakat, terutama di tengah fluktuasi harga bahan pangan.
Pada kegiatan Gerakan Pangan Murah di lokasi tersebut, Bulog juga menyediakan sekitar 10 ton beras SPHP atau setara dengan 2.000 sak, serta 2.000 liter minyak goreng Minyakita. Ketersediaan komoditas tersebut ditujukan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar dengan harga yang lebih terjangkau.
Bulog berharap berbagai langkah intervensi pasar yang dilakukan melalui program penyerapan gabah, distribusi beras SPHP, serta pelaksanaan Gerakan Pangan Murah dapat membantu menjaga stabilitas harga pangan di Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. Dengan demikian, inflasi daerah dapat tetap terkendali dan pasokan pangan bagi masyarakat tetap terjamin. []
Redaksi
