BUMN Siapkan Jurus Baru, Bisnis Unggas Jadi Kunci Ketahanan Pangan

JAKARTA – Badan Pengelola (BP) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mulai merancang langkah strategis memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengembangan sektor peternakan unggas (poultry) yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Inisiatif tersebut didorong untuk menjawab tingginya kebutuhan protein hewani masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor, dengan menempatkan bisnis unggas sebagai salah satu pilar baru dalam sistem pangan nasional.

Dalam pernyataan resminya, BP BUMN menilai sektor poultry memiliki prospek besar, baik dari sisi ekonomi maupun ketahanan pangan. Pengembangan ini tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan sistem produksi yang berkelanjutan dan stabil.

“Pengembangan bisnis poultry ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional,” ujar Dony Oskaria.

Saat ini, BP BUMN masih melakukan kajian mendalam sebelum masuk tahap implementasi. Analisis tersebut mencakup pemetaan pasar, tren konsumsi, serta model bisnis yang dinilai paling efektif untuk diterapkan di berbagai wilayah Indonesia.

Selain itu, pendekatan yang disiapkan menitikberatkan pada integrasi menyeluruh, mulai dari produksi pakan, pembibitan, budidaya, hingga distribusi ke pasar. Skema ini diharapkan mampu memperkuat rantai pasok sekaligus meningkatkan efisiensi industri.

“Ke depan, bisnis ini akan dikelola secara profesional dengan cakupan proses dari hulu hingga hilir, serta menjangkau berbagai wilayah di Indonesia,” jelasnya.

Langkah ini juga dipandang sebagai respons terhadap dinamika global yang memengaruhi sektor pangan, termasuk fluktuasi harga dan gangguan distribusi. Dengan membangun ekosistem domestik yang kuat, pemerintah melalui BUMN berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga di dalam negeri.

Lebih lanjut, BP BUMN menegaskan komitmennya dalam mendukung transformasi sektor pangan agar lebih tangguh menghadapi tantangan ke depan. “BP BUMN mendukung langkah strategis ini agar sektor pangan nasional semakin kuat, berkelanjutan, dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara optimal,” tambahnya, sebagaimana dilansir Indoposco, Sabtu, (04/04/2026).

Apabila rencana ini terealisasi, pengembangan bisnis poultry tidak hanya berkontribusi terhadap ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru, termasuk penyerapan tenaga kerja dan penguatan industri berbasis daerah. []

Penulis: Dilianto | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *