Bursa Saham RI Aktif Lagi Usai Libur Lebaran, Ini Jadwalnya
Layar pergerakan harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, 27 Okotober 2025. Antara/Hafidz Mubarak A
JAKARTA – Aktivitas perdagangan saham di PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dipastikan kembali berjalan normal pada Rabu, 25 Maret 2026 setelah sempat terhenti selama sepekan akibat libur panjang Hari Suci Nyepi dan Idulfitri 1447 Hijriah.
Kembalinya operasional bursa ini menjadi momentum penting bagi investor untuk kembali menyusun strategi transaksi, menyusul jeda perdagangan sejak 18 hingga 24 Maret 2026 yang membuat seluruh aktivitas pasar, termasuk transaksi dan penyelesaian (settlement), tidak berlangsung.
Penutupan sementara tersebut mengacu pada kalender libur nasional yang ditetapkan pemerintah melalui cuti bersama dan hari besar keagamaan. Dalam periode itu, pasar modal Indonesia praktis mengalami penghentian aktivitas selama tujuh hari berturut-turut.
Dengan dibukanya kembali perdagangan, BEI akan menjalankan aktivitas seperti biasa dalam dua sesi perdagangan. Untuk hari Senin hingga Kamis, sesi pertama berlangsung pukul 09.00–12.00 WIB dan sesi kedua pukul 13.30–15.49 WIB. Sementara pada Jumat, sesi pertama dimulai pukul 09.00–11.30 WIB dan sesi kedua pukul 14.00–15.49 WIB.
Jeda panjang ini dinilai berpotensi memicu peningkatan dinamika pasar. Investor umumnya akan merespons berbagai sentimen global dan domestik yang berkembang selama masa libur, sehingga pergerakan indeks berpotensi lebih fluktuatif pada awal pembukaan perdagangan.
Selain itu, momentum pembukaan kembali bursa kerap dimanfaatkan pelaku pasar untuk melakukan penyesuaian portofolio setelah mempertimbangkan perkembangan ekonomi dan geopolitik terkini.
Berdasarkan informasi tersebut, pelaku pasar diimbau untuk mencermati kondisi pasar secara cermat sebelum mengambil keputusan investasi, sebagaimana diberitakan Kontan, Selasa, (24/03/2026).
Dengan dimulainya kembali aktivitas perdagangan, BEI diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan transaksi investor sekaligus menjaga stabilitas pasar di tengah potensi volatilitas pascalibur panjang. []
Penulis: … | Penyunting: Redaksi01
