China Peringatkan Risiko Intervensi Militer terhadap Iran

JAKARTA – Ketegangan geopolitik di kawasan Asia Barat kembali menjadi sorotan internasional setelah pemerintah China menyampaikan peringatan keras terkait potensi intervensi militer terhadap Iran. Beijing menilai langkah militer yang dipimpin Amerika Serikat berisiko besar memicu ketidakstabilan regional dan membawa dampak luas yang sulit dikendalikan.

Peringatan tersebut disampaikan langsung oleh Duta Besar China untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Fu Cong, dalam forum Dewan Keamanan PBB yang digelar pada Rabu (28/o1/2026) waktu setempat. Dalam pernyataannya, Fu menyoroti meningkatnya eskalasi ketegangan seputar Iran yang kini menarik perhatian dunia internasional.

Menurut Fu, ancaman perang yang semakin menguat tidak hanya membahayakan Iran, tetapi juga berpotensi menyeret seluruh kawasan Asia Barat ke dalam konflik berkepanjangan. Ia menilai pendekatan militer bukanlah solusi yang tepat untuk menyelesaikan persoalan yang kompleks dan sarat kepentingan geopolitik.

Ia memperingatkan bahwa perilaku militer yang “gegabah akan memiliki konsekuensi yang mengerikan”. Dubes China itu menekankan bahwa “penggunaan kekerasan tidak dapat menyelesaikan masalah. Setiap tindakan petualangan militer hanya akan mendorong kawasan ini ke jurang ketidakpastian.”

China menilai bahwa eskalasi kekuatan bersenjata hanya akan memperparah situasi dan meningkatkan risiko konflik terbuka yang melibatkan banyak pihak. Oleh karena itu, Beijing mendesak agar jalur diplomasi dan dialog tetap menjadi pilihan utama dalam menangani ketegangan yang ada.

Fu secara khusus menyerukan kepada Amerika Serikat dan sekutunya agar menahan diri dan tidak mengambil langkah-langkah yang dapat memperkeruh keadaan. “China berharap Amerika Serikat dan pihak-pihak terkait lainnya akan mengindahkan seruan komunitas internasional dan negara-negara regional, melakukan lebih banyak hal yang kondusif bagi perdamaian dan stabilitas di Timur Tengah, dan menghindari memperburuk ketegangan serta menambah bahan bakar ke dalam api,” ujarnya.

Selain itu, Fu menegaskan posisi China yang konsisten dalam menghormati kedaulatan negara lain. Ia menyatakan bahwa masa depan Iran sepenuhnya merupakan hak rakyat Iran tanpa campur tangan pihak asing. Beijing, kata Fu, terus mendukung stabilitas, keamanan, kedaulatan, serta keutuhan wilayah Iran sebagai negara berdaulat.

Dalam kesempatan yang sama, Fu juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional sebagai fondasi hubungan antarnegara. Ia mengingatkan seluruh pihak agar tidak menyimpang dari prinsip-prinsip yang telah disepakati secara global. “Kami menyerukan kepada semua pihak untuk mematuhi tujuan dan prinsip Piagam PBB, menentang campur tangan dalam urusan internal negara lain, dan menolak penggunaan atau ancaman kekerasan dalam hubungan internasional.”

Lebih jauh, China menolak keras upaya menjadikan Asia Barat sebagai ajang perebutan pengaruh kekuatan eksternal. Fu menegaskan bahwa kawasan tersebut seharusnya dikelola dan ditentukan oleh negara-negara serta masyarakat yang hidup di dalamnya, bukan dikorbankan demi kepentingan geopolitik global.

Pernyataan China ini mencerminkan kekhawatiran mendalam komunitas internasional terhadap potensi konflik berskala besar di Asia Barat. Sejumlah pihak menilai bahwa ketegangan yang terus meningkat dapat berdampak pada keamanan global, stabilitas ekonomi, serta hubungan diplomatik antarnegara jika tidak segera diredam melalui pendekatan damai. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *