China Peringatkan Warganya di Jepang Usai Serangkaian Insiden

Chinese flag in beijing tiananmen square

BEIJING – Pemerintah China mengeluarkan imbauan keamanan kepada seluruh warga negaranya yang berada di Jepang untuk meningkatkan kewaspadaan. Langkah ini diambil menyusul klaim Beijing bahwa warga negara China dalam beberapa waktu terakhir menjadi sasaran insiden kekerasan di sejumlah wilayah Jepang.

Imbauan tersebut muncul di tengah memburuknya hubungan diplomatik antara China dan Jepang, yang dipicu oleh pernyataan kontroversial Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi terkait Taiwan. Beijing menilai pernyataan tersebut berpotensi mengarah pada intervensi terhadap isu yang dianggap sebagai urusan domestik China.

Kedutaan Besar China di Tokyo, dalam pernyataan resminya yang dikutip Anadolu Agency pada Senin (05/01/2026), mengimbau warga negara China untuk menunda perjalanan ke Jepang dalam waktu dekat. Pernyataan itu dirilis pada Sabtu (03/01/2026) waktu setempat dan kemudian dilaporkan oleh media pemerintah China pada Senin.

Dalam imbauan tersebut, Kedutaan Besar China menyatakan bahwa kondisi keamanan publik di beberapa wilayah Jepang mengalami penurunan. Kantor berita Xinhua melaporkan bahwa otoritas diplomatik China menyoroti meningkatnya laporan insiden yang melibatkan warga negaranya di berbagai prefektur.

Beberapa wilayah yang disebutkan antara lain Prefektur Fukuoka, Shizuoka, dan Aichi. Menurut pernyataan Kedutaan Besar China, sejumlah pelancong asal China mengaku mengalami pelecehan verbal hingga serangan fisik tanpa provokasi. Insiden-insiden tersebut dilaporkan menyebabkan luka, bahkan dalam beberapa kasus membutuhkan penanganan medis.

Salah satu insiden yang disorot secara khusus adalah peristiwa kendaraan yang menabrak pejalan kaki di Distrik Shinjuku, Tokyo, pada 31 Desember lalu. Dalam kejadian tersebut, dua warga negara China dilaporkan mengalami luka serius dan harus menjalani perawatan darurat di rumah sakit. Shinjuku sendiri dikenal sebagai salah satu kawasan hiburan dan wisata tersibuk di Tokyo, yang kerap dipadati wisatawan mancanegara.

Atas dasar sejumlah laporan tersebut, Kedutaan Besar China kembali menegaskan rekomendasinya agar warga negara China menghindari perjalanan ke Jepang dalam waktu dekat, serta meningkatkan kewaspadaan bagi mereka yang sudah berada di negara tersebut.

Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari otoritas Jepang terkait imbauan keamanan yang dikeluarkan oleh pemerintah China. Tidak adanya pernyataan balasan dari Tokyo menambah ketidakpastian di tengah situasi diplomatik yang tengah memanas.

Ketegangan hubungan bilateral China–Jepang sendiri meningkat sejak 7 November lalu. Saat itu, Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan bahwa serangan China terhadap Taiwan secara hukum dapat dianggap sebagai “situasi yang mengancam kelangsungan hidup” Jepang. Pernyataan tersebut membuka kemungkinan bagi Tokyo untuk menggunakan hak membela diri secara kolektif.

Pernyataan itu langsung memicu reaksi keras dari Beijing. Pemerintah China menilai komentar tersebut sebagai bentuk provokasi dan campur tangan terhadap isu Taiwan, yang selama ini dianggap sebagai kepentingan inti China. Sebagai respons, Beijing tidak hanya mengeluarkan imbauan perjalanan kepada warganya, tetapi juga memberlakukan kembali sejumlah pembatasan ekonomi, termasuk larangan impor makanan laut dari Jepang.

Imbauan terbaru ini mencerminkan meningkatnya kekhawatiran Beijing terhadap keselamatan warganya di luar negeri, sekaligus memperlihatkan dampak langsung dari ketegangan geopolitik terhadap mobilitas masyarakat sipil. Situasi ini juga berpotensi memengaruhi sektor pariwisata Jepang, mengingat wisatawan asal China selama ini merupakan salah satu kontributor utama kunjungan internasional.

Dengan hubungan bilateral yang masih diwarnai ketegangan, langkah China tersebut dipandang sebagai sinyal diplomatik sekaligus upaya perlindungan warga negara di tengah dinamika politik kawasan Asia Timur yang kian kompleks. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *