Cuaca Ekstrem Kembali Picu Korban Jiwa di Brasil

JAKARTA – Hujan deras yang mengguyur wilayah tenggara Brasil sejak awal pekan memicu bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah kota di negara bagian Minas Gerais. Sedikitnya 20 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya masih dinyatakan hilang.

Dampak terparah terjadi di Kota Juiz de Fora yang mencatat 16 korban jiwa. Sementara itu, empat korban lainnya ditemukan meninggal di Kota Uba. Hujan dengan intensitas tinggi yang turun sejak Senin menyebabkan sungai meluap, memicu longsor, serta merobohkan sejumlah bangunan permukiman.

Wali Kota Juiz de Fora, Margarida Salomao, menetapkan status keadaan darurat menyusul situasi yang dinilai sangat ekstrem. Kota dengan jumlah penduduk lebih dari 500 ribu jiwa itu dilaporkan mengalami curah hujan tertinggi dalam sejarah untuk bulan Februari.

Menurut Salomao, sejumlah lingkungan terisolasi akibat akses jalan terputus dan sedikitnya 20 titik longsor terjadi di berbagai kawasan. “Civil Defense memperkirakan bahwa 440 orang harus meninggalkan rumah mereka dan menerima dukungan dari kantor walikota untuk tempat penampungan dan akomodasi sementara,” kata Salomao melalui akun X kantornya.

Data sementara menunjukkan lebih dari 400 warga terpaksa mengungsi untuk menghindari risiko susulan. Pemerintah kota membuka sejumlah lokasi penampungan darurat guna menampung para korban yang kehilangan tempat tinggal.

Upaya pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan oleh tim gabungan. Juru bicara pemadam kebakaran Minas Gerais, Henrique Barcellos, mengatakan fokus utama saat ini adalah menemukan korban yang masih hilang dan mengevakuasi warga dari daerah berisiko tinggi.

Petugas terlihat menggunakan alat berat untuk membersihkan timbunan lumpur dan puing bangunan. Sejumlah rekaman yang beredar menunjukkan rumah-rumah hancur tertimbun material longsor, sementara ruas jalan utama dan jalan raya terendam banjir, menghambat distribusi bantuan.

Selain kerusakan infrastruktur, aktivitas pendidikan turut terdampak. Otoritas negara bagian memutuskan meliburkan kegiatan belajar mengajar di seluruh sekolah kota sebagai langkah antisipasi demi keselamatan siswa dan tenaga pengajar.

Peristiwa ini kembali menyoroti kerentanan sejumlah wilayah di Brasil terhadap cuaca ekstrem. Dalam beberapa tahun terakhir, negara tersebut kerap dilanda bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir besar hingga gelombang panas dan kekeringan panjang. Para ahli menilai intensitas dan frekuensi kejadian cuaca ekstrem semakin meningkat.

Hingga kini, aparat setempat masih melakukan pendataan kerusakan dan jumlah korban secara menyeluruh. Pemerintah daerah mengimbau warga tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama di kawasan perbukitan dan bantaran sungai.

Bencana ini menjadi salah satu yang paling mematikan di Minas Gerais dalam beberapa waktu terakhir, dengan dampak luas terhadap kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat setempat. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *