Cuaca Ekstrem Lumpuhkan Prancis-Spanyol, Tiga Korban Jiwa

PARIS — Dampak cuaca ekstrem kembali menimbulkan korban jiwa di kawasan Eropa Barat. Badai kuat bernama Nils yang menerjang wilayah Prancis dan Spanyol menyebabkan sedikitnya tiga orang meninggal dunia serta memicu gangguan besar pada infrastruktur dan aktivitas masyarakat. Selain korban jiwa, badai tersebut juga mengakibatkan banjir, pemadaman listrik massal, serta gangguan pada transportasi udara, darat, dan laut.

Badai yang membawa angin kencang dan hujan deras ini melanda berbagai wilayah sejak Kamis (12/02/2026) waktu setempat. Otoritas setempat menyebut badai tersebut sebagai salah satu fenomena cuaca paling kuat dalam beberapa waktu terakhir. Selain Prancis dan Spanyol, dampak badai juga dirasakan di sejumlah wilayah Portugal, yang turut mengalami kerusakan infrastruktur akibat banjir.

Korban jiwa pertama dilaporkan terjadi di wilayah Spanyol, ketika seorang wanita meninggal dunia setelah tertimpa atap gudang industri yang runtuh akibat terpaan angin kencang. Sementara itu, dua korban lainnya ditemukan di Prancis. Salah satunya adalah seorang sopir truk yang tewas setelah pohon tumbang menghantam kendaraan yang dikemudikannya dan menembus kaca depan. Korban lainnya meninggal dunia setelah terjatuh dari tangga di area kebun rumahnya, yang diduga terjadi akibat kondisi cuaca ekstrem.

Selain korban tewas, puluhan orang dilaporkan mengalami luka-luka dalam berbagai insiden yang dipicu badai, terutama di wilayah Spanyol. Kerusakan infrastruktur juga terjadi di Portugal, di mana banjir menyebabkan sebagian struktur jembatan runtuh, sehingga mengganggu mobilitas warga setempat.

Gangguan paling luas terjadi pada jaringan listrik. Perusahaan distribusi listrik nasional Prancis, Enedis, melaporkan bahwa sekitar 900.000 pelanggan sempat mengalami pemadaman listrik akibat badai tersebut. Upaya pemulihan terus dilakukan dengan mengerahkan ribuan petugas ke berbagai wilayah terdampak.

“Enedis telah memulihkan layanan ke 50 persen dari 900.000 pelanggan yang mengalami pemadaman listrik,” demikian pernyataan Enedis pada pukul 06.00 waktu setempat.

Proses perbaikan jaringan listrik menghadapi tantangan besar karena kondisi lingkungan yang masih tergenang air dan akses jalan yang terhambat oleh puing-puing maupun pohon tumbang. “Banjir mempersulit perbaikan karena lahan-lahan tergenang air dan beberapa ruas jalanan terblokir,” kata Direktur Enedis, Herve Champenois, dalam konferensi pers pada Kamis (12/02/2026).

Selain jaringan listrik, sektor transportasi juga terdampak signifikan. Banyak penerbangan, layanan kereta api, serta perjalanan kapal feri terpaksa dibatalkan demi keselamatan. Kondisi ini menyebabkan gangguan mobilitas yang cukup luas, terutama di wilayah Prancis bagian selatan dan Spanyol bagian utara.

Warga yang tinggal di wilayah terdampak mengaku terkejut dengan kekuatan badai tersebut. “Saya tidak pernah melihat yang seperti ini. Pohon hampir tumbang menimpa mobil saya — dua detik lagi dan itu akan terjadi,” kata Ingrid, seorang pemilik toko bunga di kota Perpignan.

Menurut prakirawan cuaca setempat, badai Nils secara bertahap bergerak ke arah timur dan mulai menjauh dari wilayah Prancis. Namun demikian, beberapa wilayah masih berada dalam status kewaspadaan, terutama terkait potensi banjir susulan dan kerusakan lanjutan akibat kondisi tanah yang masih jenuh air.

Peristiwa ini kembali menunjukkan besarnya dampak cuaca ekstrem terhadap keselamatan manusia dan infrastruktur. Selain menimbulkan korban jiwa, badai Nils juga menyebabkan gangguan luas terhadap aktivitas ekonomi dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Otoritas setempat kini terus berupaya memulihkan kondisi serta memastikan keselamatan warga di wilayah terdampak. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *