Cuaca Ekstrem Sebabkan Plafon Kelas SMAN 5 Tangerang Runtuh
JAKARTA – Insiden ambruknya plafon ruang kelas di Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 5 Kabupaten Tangerang, Banten, kembali menyoroti persoalan keamanan sarana dan prasarana pendidikan. Peristiwa tersebut terjadi saat hujan deras mengguyur wilayah Tangerang dan mengakibatkan belasan siswa mengalami luka ringan hingga sedang.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, plafon bangunan sekolah mengalami kebocoran sebelum akhirnya runtuh pada Kamis (22/01/2026) pagi. Kejadian tersebut berlangsung ketika kegiatan belajar mengajar masih berlangsung di dalam kelas, sehingga menimbulkan kepanikan di kalangan siswa dan guru.
Kepala Seksi SMA pada Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Banten, Nunung Syarif Hidayat, menjelaskan bahwa total terdapat 12 siswa yang terdampak dalam insiden tersebut. Dari jumlah itu, dua di antaranya merupakan siswa laki-laki dan 10 lainnya siswi.
Dilansir Antara, Jumat (23/01/2026), Nunung menyampaikan bahwa seluruh korban tidak mengalami luka berat dan telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing usai mendapat penanganan awal. “Rata-rata mereka (korban) mengalami luka ringan sampai sedang seperti memar dan tergores,” ujarnya, Kamis (22/01/2026).
Menurut laporan yang diterima pihak KCD Pendidikan Banten, insiden terjadi sekitar pukul 08.30 WIB. Saat itu, sebanyak 35 siswa kelas X sedang berada di dalam ruang kelas untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM). Hujan dengan intensitas tinggi yang turun sejak pagi diduga menjadi pemicu utama kebocoran atap bangunan sekolah.
Setelah plafon roboh, pihak sekolah segera mengambil langkah darurat dengan menghentikan proses pembelajaran di ruang tersebut. Ruang kelas yang terdampak dinyatakan tidak dapat digunakan sementara waktu demi menjamin keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
“Setelah berkoordinasi dengan beberapa pihak dan demi keamanan para guru maka diputuskan para siswa melakukan metode pembelajaran daring,” kata Nunung.
Langkah tersebut diambil sebagai bentuk antisipasi agar kegiatan belajar mengajar tetap dapat berlangsung tanpa membahayakan keselamatan peserta didik. Pihak sekolah juga melakukan pendataan serta pengecekan kondisi ruang kelas lainnya guna memastikan tidak ada potensi bahaya serupa.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, menyebutkan bahwa robohnya plafon SMAN 5 Tangerang disebabkan oleh cuaca ekstrem. Intensitas hujan yang tinggi sejak pagi hingga siang hari mengakibatkan air merembes ke bagian atap bangunan.
Dia menjelaskan bahwa kebocoran yang tidak segera tertangani menyebabkan struktur plafon melemah dan akhirnya runtuh. “Itu karena kebocoran. Dari bocor, lama-lama jadi roboh, hanya sedikit informasinya,” tutur dia.
BPBD Kabupaten Tangerang bersama pihak terkait telah melakukan peninjauan awal ke lokasi kejadian untuk memastikan kondisi bangunan dan potensi risiko lanjutan. Evaluasi teknis terhadap konstruksi bangunan sekolah juga akan dilakukan guna mencegah terulangnya insiden serupa, terutama di tengah musim hujan dengan curah tinggi.
Insiden ini memunculkan perhatian publik terhadap kondisi infrastruktur sekolah, khususnya bangunan lama yang rentan terdampak cuaca ekstrem. Banyak pihak berharap pemerintah daerah dan instansi terkait dapat melakukan pemeriksaan berkala terhadap fasilitas pendidikan agar keselamatan siswa dan guru dapat lebih terjamin. []
Siti Sholehah.
