Dalam Dua Hari, Kasus Campak Sumenep Naik Jadi 2.370

SUMENEP — Kasus campak di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali menunjukkan tren peningkatan.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan setempat per 28 Agustus 2025, jumlah anak yang masih menjalani perawatan mencapai 73 orang.
Dari jumlah tersebut, 48 anak dirawat di rumah sakit, sementara 25 anak lainnya berada di puskesmas.
Padahal, dua hari sebelumnya, yakni 26 Agustus 2025, jumlah pasien campak tercatat 61 orang, dengan rincian 37 anak di rumah sakit dan 24 anak di puskesmas.
Kenaikan juga terlihat pada jumlah kasus kumulatif. Total kasus campak yang dilaporkan hingga 28 Agustus 2025 mencapai 2.370, meningkat dari 2.268 kasus pada 26 Agustus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, menegaskan bahwa seluruh data yang disampaikan merupakan akumulasi sejak Januari 2025.
“Seluruh kasus dan korban meninggal adalah akumulasi dari Januari hingga Agustus 2025 bulan ini,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).
Sejak awal tahun hingga Agustus, tercatat 20 anak meninggal dunia akibat campak di Sumenep.
Meski demikian, jumlah pasien yang berhasil sembuh juga cukup tinggi. Dari 2.370 kasus yang ditemukan, sebanyak 2.277 anak dinyatakan pulih.
“Angka temuan kasusnya memang tinggi, tapi alhamdulillah jumlah yang sembuh juga cukup tinggi,” tambah Syamsuri.
Sementara itu, pemerintah pusat terus mempercepat langkah vaksinasi massal. Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, saat meninjau langsung Sumenep pada Kamis (28/8/2025), menegaskan target percepatan vaksinasi di seluruh wilayah, baik daratan maupun kepulauan.
“Kita usahakan selesaikan dalam waktu dua minggu. Dua minggu semuanya, anak-anak di Kabupaten Sumenep, semuanya diimunisasi,” kata Budi.
Untuk mendukung program tersebut, Kemenkes menyalurkan 11.000 vial vaksin ke Kabupaten Sumenep.
Dengan kapasitas rata-rata satu vial untuk delapan anak, stok vaksin yang tersedia disebut mencukupi untuk sekitar 80.000 anak.
“Itu sudah kita kirim semua ke Madura, cukup untuk seluruh anak-anak di Sumenep,” ujar Budi.
Menkes optimistis, jika vaksinasi massal bisa dituntaskan sesuai target, status kejadian luar biasa (KLB) campak di Sumenep dapat segera dicabut.
“Target kita dua minggu selesai. Kalau dalam dua minggu selesai, mudah-mudahan ini akan langsung secara drastis menurunkan indikasi campak yang ada di Sumenep ini,” tutupnya. []
Nur Quratul Nabila A