Depresi Usai Putus Cinta, Pemuda Tenggak Racun
JAKARTA – Disclaimer: Informasi dalam artikel ini tidak dimaksudkan untuk menginspirasi siapa pun melakukan tindakan serupa. Apabila Anda atau orang di sekitar Anda mengalami depresi atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera mencari bantuan dari tenaga profesional seperti psikolog, psikiater, atau layanan kesehatan mental terdekat.
Seorang pemuda berinisial MSH (21) ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di pinggir jalan di wilayah Jalan Mangin, Kampung Rancakukun, Kelurahan Cipari, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya. Pemuda tersebut diduga mencoba mengakhiri hidupnya dengan meminum racun tikus yang dicampur kopi setelah mengalami tekanan emosional akibat putus hubungan dengan kekasihnya.
Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (08/03/2026) sekitar pukul 15.00 WIB. Warga setempat yang melintas pertama kali menemukan korban tergeletak di pinggir jalan dalam kondisi pingsan. Kondisi korban yang tidak bergerak sempat membuat warga khawatir sehingga mereka segera memberikan pertolongan.
Beberapa warga kemudian berinisiatif membawa korban ke sebuah klinik kesehatan yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Namun, karena fasilitas dan peralatan medis di klinik tersebut terbatas untuk menangani kondisi darurat seperti keracunan, korban akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Sementara proses penyelamatan dilakukan, sebagian warga juga melaporkan kejadian tersebut kepada aparat kepolisian. Petugas dari Polsek Mangkubumi bersama Unit Identifikasi Polres Tasikmalaya Kota kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan pengumpulan informasi awal terkait peristiwa tersebut.
Setelah mendapat laporan, petugas juga mengunjungi rumah sakit tempat korban dirawat guna memastikan kondisi korban sekaligus melakukan penyelidikan lebih lanjut mengenai penyebab kejadian tersebut.
Tim medis di rumah sakit bergerak cepat memberikan penanganan darurat kepada korban. Langkah cepat tersebut dinilai sangat penting untuk mencegah racun menyebar lebih luas ke dalam tubuh korban.
“Beruntung racun belum menyebar ke seluruh tubuh karena kejadian berlangsung kurang dari enam jam. Tim medis langsung melakukan tindakan bilas lambung untuk mengeluarkan zat berbahaya itu,” kata seorang polisi yang menyelidiki kasus tersebut.
Setelah mendapatkan perawatan intensif, korban akhirnya berhasil sadar kembali. Kondisinya dilaporkan mulai membaik setelah proses pembersihan zat beracun dari dalam tubuhnya dilakukan oleh tim medis.
Dalam keterangannya kepada polisi, korban mengakui bahwa dirinya telah meminum racun tikus yang dicampur dengan kopi. Tindakan tersebut diduga dipicu oleh tekanan psikologis yang dialaminya setelah hubungan asmara dengan kekasihnya berakhir.
Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Andi Purwanto membenarkan adanya kejadian tersebut. Pihak kepolisian memastikan bahwa korban telah mendapatkan penanganan medis yang diperlukan dan kondisi kesehatannya terus dipantau.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, terutama bagi kalangan remaja dan pemuda yang sedang menghadapi tekanan emosional. Dukungan dari keluarga, teman, dan lingkungan sekitar sangat diperlukan agar seseorang tidak merasa sendirian ketika menghadapi persoalan hidup yang berat. []
Siti Sholehah.
