Dikira Boneka, Mayat Bayi Ditemukan Mengambang di Empang Bogor
BOGOR – Warga di wilayah Tajurhalang, Kabupaten Bogor, digemparkan dengan penemuan jasad seorang bayi perempuan yang mengambang di sebuah kolam empang. Peristiwa tersebut sempat membuat warga salah sangka karena mengira objek yang terlihat di permukaan air hanyalah sebuah boneka.
Kapolsek Tajurhalang, Iptu Raden Suwito, mengatakan kolam empang tempat ditemukannya jasad bayi tersebut berada tidak jauh dari permukiman warga. Lokasi empang diketahui kerap dimanfaatkan warga sekitar untuk mencari ikan atau udang.
“Kolam empang dari temuan jasad bayi dari pemukiman warga tidak jauh, hanya berjarak sekitar 50 meter. Kolam empang biasa sehari-hari digunakan warga untuk cari ikan atau udang,” ujar Iptu Raden Suwito dalam keterangan Polres Metro Depok, Senin (19/01/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, korban diketahui merupakan bayi perempuan yang diperkirakan berusia sekitar lima bulan. Jasad bayi tersebut ditemukan warga pada Minggu pagi (18/01/2026) sekitar pukul 09.30 WIB. Saat ditemukan, posisi tubuh bayi dalam keadaan telentang dan mengambang di permukaan air empang yang berada di Gang Gurame, Tajurhalang.
Penemuan bermula ketika seorang warga berniat mencari udang di kolam empang tersebut. Dari kejauhan, warga melihat benda menyerupai boneka yang mengapung di air. Karena merasa curiga, warga kemudian mendekati objek tersebut untuk memastikan.
“Pada waktu saksi warga sedang mau mencari udang di kolam empang, melihat sosok boneka posisi badan terlentang mengambang di air. Saat dipertegas dengan didekatkan melihatnya ternyata jasad seorang bayi berjenis kelamin perempuan,” ujar Raden Suwito.
Menyadari temuan tersebut bukan boneka, warga langsung melaporkan kejadian itu kepada perangkat RT setempat dan Bhabinkamtibmas Desa Tajurhalang, Bripka Dika. Aparat kemudian mendatangi lokasi untuk mengamankan area dan melakukan langkah awal penanganan.
Polsek Tajurhalang selanjutnya berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Metro Depok untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pemeriksaan awal terhadap jasad bayi. Proses ini dilakukan guna mengumpulkan bukti dan mengetahui penyebab pasti kematian korban.
“Setelah Bhabinkamtibmas menghubungi piket Polsek Tajurhalang, juga melanjutkan menghubungi Tim Inafis Polres Metro Depok untuk melakukan olah TKP pemeriksaan pada jasad bayi,” ungkapnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap identitas orang tua bayi serta kronologi lengkap peristiwa tersebut. Polisi juga membuka kemungkinan adanya unsur tindak pidana dalam kasus penemuan jasad bayi ini.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang memiliki informasi terkait kejadian tersebut untuk segera melapor. Kerja sama dari warga diharapkan dapat membantu mempercepat proses pengungkapan kasus dan memberikan kejelasan atas peristiwa yang mengundang keprihatinan publik ini. []
Siti Sholehah.
