Diperkosa dan Dirampok, Konten Kreator di Lampung Nyaris Dibunuh
MESUJI — Kasus kejahatan berat yang menimpa seorang konten kreator di Kabupaten Mesuji, Provinsi Lampung, menyorot kerentanan korban terhadap tindak kriminal yang direncanakan secara matang. Peristiwa pencurian disertai pemerkosaan itu dialami korban berinisial UK pada Jumat (06/02/2026) di Desa Tanjung Mas Rejo, Kecamatan Mesuji Timur. Korban nyaris kehilangan nyawa setelah para pelaku berupaya membuang tubuhnya.
Kepolisian Resor Mesuji memastikan dua pemuda yang terlibat dalam kejahatan tersebut telah ditangkap. Kedua pelaku berinisial B (19) dan MIZ (17) diamankan aparat di sekitar pintu tol Simpang Pematang, Kabupaten Mesuji, pada Minggu (08/02/2026), atau dua hari setelah kejadian.
Kapolres Mesuji AKBP Muhammad Firdaus menjelaskan, pengungkapan kasus itu berawal dari laporan korban yang berhasil menyelamatkan diri. Polisi kemudian melakukan serangkaian penyelidikan hingga berhasil melacak dan menangkap para pelaku.
“Kami mendapatkan laporan dari korban atas peristiwa pencurian hingga pemerkosaan. Kemudian tim bergerak melakukan penyelidikan dan dua hari berikutnya pelaku tertangkap,” kata AKBP Muhammad Firdaus, dilansir detikSumbagsel, Senin (09/02/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, aparat menemukan bahwa tindakan kekerasan seksual terhadap korban bukanlah perbuatan spontan. Kepolisian menyebut kedua pelaku telah memiliki niat sejak awal untuk memperkosa korban. Selain itu, muncul pula keinginan untuk menguasai barang-barang milik korban, termasuk telepon genggam jenis iPhone dan sepeda motor.
Peristiwa tersebut kian mengerikan ketika korban berpura-pura tidak sadarkan diri usai mengalami kekerasan. Para pelaku kemudian mengira korban telah meninggal dunia dan berencana membuang tubuhnya untuk menghilangkan jejak kejahatan.
Firdaus membenarkan adanya upaya tersebut dan menjelaskan kronologi penyelamatan korban yang terjadi secara dramatis.
“Benar, itu dikarenakan korban berpura-pura tak sadarkan diri. Jadi mereka ini ingin membuang tubuh korban yang mereka pikir sudah meninggal dunia, namun rupanya dalam perjalanan korban ini langsung loncat dari motor dan meminta bantuan warga. Namun kedua pelaku melarikan diri,” terangnya.
Aksi nekat korban melompat dari kendaraan yang dikendarai pelaku menjadi titik balik penyelamatan nyawanya. Warga yang mengetahui kejadian itu segera memberikan pertolongan, sementara pelaku melarikan diri sebelum akhirnya berhasil ditangkap aparat kepolisian.
Kasus ini kini ditangani oleh Polres Mesuji untuk proses hukum lebih lanjut. Kepolisian menegaskan akan mendalami peran masing-masing pelaku, termasuk motif, perencanaan, serta kemungkinan adanya tindak pidana tambahan. Proses hukum terhadap pelaku di bawah umur juga akan dilakukan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
Peristiwa ini menambah daftar panjang kasus kekerasan seksual dan kejahatan jalanan yang menimbulkan keprihatinan publik. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta segera melapor apabila menemukan indikasi tindak kriminal di lingkungan sekitar. []
Siti Sholehah.
