Distribusi LPG Mengandalkan Laut, Ini Strategi Pertamina

JAKARTA – PT Pertamina (Persero) mengandalkan armada laut untuk menjamin distribusi Liquefied Petroleum Gas (LPG) atau elpiji nasional dengan kapasitas penyaluran mencapai 223.000 metrik ton per bulan, guna memastikan pasokan energi tetap merata hingga wilayah kepulauan.

Pemanfaatan jalur laut ini menjadi strategi utama dalam menjaga ketahanan distribusi energi, terutama di Indonesia yang memiliki karakter geografis berupa negara kepulauan dengan tantangan logistik tinggi.

Volume distribusi tersebut mencerminkan besarnya kebutuhan elpiji nasional sekaligus kompleksitas penyaluran yang harus menjangkau berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil dan terluar.

Dalam operasionalnya, Pertamina mengandalkan kapal-kapal khusus pengangkut elpiji untuk mendistribusikan pasokan dari terminal utama ke berbagai depot dan stasiun pengisian di seluruh Indonesia.

Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas pasokan, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan energi rumah tangga dan sektor usaha kecil yang bergantung pada elpiji.

Selain itu, penggunaan armada laut memungkinkan distribusi dalam skala besar dengan efisiensi biaya dibandingkan jalur darat atau udara, sekaligus meminimalkan risiko keterlambatan pasokan di wilayah yang sulit dijangkau.

Pertamina juga terus memperkuat sistem logistik dan pengawasan distribusi guna memastikan penyaluran berjalan tepat waktu dan sesuai kebutuhan di masing-masing daerah.

Strategi distribusi berbasis laut ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga keandalan pasokan energi nasional serta mendukung stabilitas ekonomi masyarakat, sebagaimana dilansir Kompas, Jumat (10/04/2026).

Ke depan, optimalisasi armada laut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi distribusi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah tantangan geografis dan dinamika kebutuhan energi yang terus berkembang. []

Penulis: Yohana Artha Uly| Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *