Dokumen AS Ungkap Dugaan Keterkaitan Epstein dengan Intelijen Israel

WASHINGTON DC – Munculnya dokumen pemerintah Amerika Serikat yang baru dirilis ke publik kembali memantik kontroversi seputar mendiang pelaku kejahatan seks Jeffrey Epstein. Dalam dokumen tersebut, seorang informan Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI) menyatakan keyakinannya bahwa Epstein pernah memiliki keterkaitan dengan dunia intelijen internasional, termasuk dugaan sebagai mata-mata Israel.

Informasi ini terungkap dalam salah satu dokumen dari jutaan halaman arsip terkait kasus Epstein yang dipublikasikan oleh Departemen Kehakiman AS pekan lalu. Dokumen tersebut memuat keterangan dari seorang sumber informasi rahasia FBI atau confidential human source (CHS) yang mengklaim memperoleh informasi langsung dari pengacara Epstein, Alan Dershowitz.

Menurut dokumen pemerintah AS itu, Dershowitz disebut pernah menyampaikan kepada Jaksa Agung Distrik Florida Selatan saat itu, Alex Acosta, “bahwa Epstein tergabung dalam dinas intelijen AS dan sekutu”. Pernyataan tersebut menjadi salah satu bagian yang kini menuai sorotan luas karena mengisyaratkan kemungkinan hubungan Epstein dengan lembaga intelijen asing.

Dokumen tersebut juga mencatat adanya rekaman pembicaraan telepon antara Dershowitz dan Epstein yang disebut sempat dibagikan oleh informan FBI tersebut.

“CHS (merujuk pada informan FBI yang menyamar-red) membagikan rekaman panggilan telepon antara Dershowitz dan Epstein, di mana dia mencatatnya. Setelah panggilan telepon ini, Mossad kemudian akan menghubungi Dershowitz untuk memberikan pengarahan,” demikian bunyi dokumen tersebut.

Masih dalam dokumen yang sama, disebutkan bahwa Epstein memiliki hubungan dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak. Bahkan, informan FBI itu menyampaikan keyakinannya bahwa Epstein pernah mendapatkan pelatihan intelijen langsung.

“Epstein dekat dengan mantan Perdana Menteri Israel, Ehud Barak, dan pernah dilatih sebagai mata-mata di bawahnya,” sebut dokumen tersebut.

Dokumen itu juga memuat klaim sensitif lainnya terkait pandangan Barak terhadap dinamika politik Israel. Disebutkan bahwa Barak “meyakini (PM Israel saat ini, Benjamin) Netanyahu adalah seorang kriminal”, serta adanya keyakinan informan FBI bahwa Epstein merupakan agen Mossad yang direkrut dalam konteks persaingan geopolitik global yang melibatkan Israel.

Namun, dokumen tersebut menyertakan catatan tambahan berbunyi “lihat laporan sebelumnya”, tanpa penjelasan lebih lanjut mengenai laporan yang dimaksud. Hal ini membuat sebagian pihak mempertanyakan kelengkapan dan konteks informasi yang disajikan.

Selain itu, informan FBI juga mengungkapkan pernyataan lain yang dikaitkan dengan Dershowitz. Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa Dershowitz pernah mengatakan kepadanya bahwa “jika dia muda lagi, dia akan memegang senjata kejut sebagai agen intelijen Israel (Mossad)”.

“CHS meyakini Dershowtiz telah direkrut oleh Mossad dan mengikuti misi mereka,” imbuh dokumen pemerintah AS tersebut.

Rilis dokumen Epstein ini kembali menyoroti luasnya jaringan sosial dan politik yang diduga dimiliki Epstein. Arsip tersebut mencantumkan nama-nama tokoh berpengaruh dari kalangan politik, keuangan, dan elite global, meski tidak semuanya dikaitkan langsung dengan tindak pidana.

Jeffrey Epstein ditemukan tewas di dalam sel tahanannya di New York pada 2019 saat menunggu persidangan atas dakwaan perdagangan seks. Meski kematiannya secara resmi dinyatakan sebagai bunuh diri, peristiwa tersebut memicu beragam teori konspirasi yang terus berkembang hingga kini.

Sebelumnya, Epstein sempat menjalani proses hukum pada 2008 setelah mengaku bersalah atas dakwaan menyediakan anak di bawah umur untuk prostitusi di Florida. Hukuman ringan yang diterimanya kala itu, hasil kesepakatan yang disetujui oleh Acosta, menuai kritik luas dan disebut sebagai “kesepakatan istimewa” oleh para pengamat dan korban.

Para korban Epstein menuduhnya mengoperasikan jaringan perdagangan seks berskala luas yang melibatkan orang-orang berpengaruh. Dengan terungkapnya dokumen terbaru ini, kontroversi seputar Epstein kembali mengemuka, memperlihatkan kompleksitas kasus yang hingga kini masih menyisakan banyak pertanyaan terbuka. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *