Dosen Buang Skripsi Picu Kericuhan, Universitas Nias Klarifikasi

NIAS — Sebuah video yang memperlihatkan kericuhan antara seorang dosen dan mahasiswa Universitas Nias viral di media sosial.

Dalam rekaman yang diunggah akun Instagram @medankinian, tampak dosen di Fakultas Ekonomi terlibat cekcok dengan sejumlah mahasiswa hingga terjadi aksi saling berteriak di ruang Program Studi Manajemen.

Peristiwa bermula ketika mahasiswa mempertanyakan ketidakhadiran dosen selama satu minggu.

“Di mana Ibu satu minggu?” tanya salah seorang mahasiswa.

Dosen tersebut kemudian meminta skripsi mahasiswa dan membuangnya, sehingga memicu amarah mahasiswa lain.

Beberapa mahasiswa terlihat menggebrak meja, menendang pintu lemari, dan berteriak mempertanyakan sikap sang dosen.

Seorang pria berkaus sempat masuk untuk menenangkan suasana, namun kericuhan tetap berlanjut.

Melalui pernyataan resmi di laman unias.ac.id pada Senin (25/8/2025), pihak Universitas Nias menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi pada Jumat (22/8/2025).

Kejadian bermula dari penolakan pendaftaran yudisium mahasiswa karena melewati batas waktu yang telah ditentukan oleh Ketua Program Studi S1 Manajemen.

Situasi itu kemudian menimbulkan ketegangan antara mahasiswa dengan pihak program studi hingga menyebabkan kerusakan fasilitas meja kerja.

Sejumlah mahasiswa yang terlibat telah mengakui perbuatannya dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

“Universitas melalui Wakil Rektor III, Dekan, Wakil Dekan, Ketua dan Sekretaris Prodi, serta Kabiro Kemahasiswaan dan Alumni telah memfasilitasi pertemuan antara mahasiswa dan dosen. Pertemuan itu menghasilkan kesepakatan damai,” demikian pernyataan resmi kampus.

Mahasiswa menandatangani surat pernyataan bermeterai, bersedia memperbaiki kerusakan, serta menyampaikan permintaan maaf secara tertulis dan lisan.

Ketua Prodi menerima permintaan maaf tersebut dan menyatakan telah memaafkan mahasiswa.

Universitas menegaskan bahwa insiden tersebut murni akibat miskomunikasi administrasi yudisium.

Meski demikian, tindakan kericuhan mahasiswa dinilai tidak dapat dibenarkan dan telah dikenai sanksi internal.

Pihak kampus juga menegaskan akan melakukan pembinaan terhadap dosen maupun tenaga kependidikan yang terlibat, sesuai pedoman kode etik.

Evaluasi terhadap mekanisme komunikasi dan tata kelola administrasi akademik juga akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Universitas Nias tetap menjunjung tinggi etika, tata tertib, serta nilai akademik, dan memastikan seluruh proses pembinaan dilakukan secara objektif,” tulis pihak universitas. []

Nur Quratul Nabila A

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *