DPRD Kaltim Tekankan Pentingnya Progres Pembangunan

ADVERTORIAL – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Timur (Kaltim) menegaskan bahwa efisiensi anggaran tidak seharusnya menghambat jalannya pembangunan infrastruktur. Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Abdulloh, menekankan bahwa proyek strategis, terutama pembangunan jalan, harus terus berjalan meski dana dari pemerintah pusat berpotensi mengalami pemangkasan atau penundaan. Hal itu ia sampaikan seusai rapat kerja bersama mitra di Gedung E DPRD Kaltim, Senin (25/08/2025). Abdulloh menjelaskan, hingga kini pemerintah pusat belum menetapkan secara resmi skema efisiensi anggaran. Namun, DPRD telah menyiapkan strategi agar proyek pembangunan tidak terhenti.

“Mengenai efisiensi anggaran, sampai saat ini besarannya belum ditetapkan undang-undang. Apakah nanti dalam bentuk penundaan bantuan keuangan pusat atau pemotongan, kita masih menunggu keputusan APBN. Jadi sementara ini kita tetap berjalan, sambil menunggu keputusan dari pusat. Kalau misalnya ada pengurangan atau penundaan dana transfer dari pusat, barulah akan kita sesuaikan,” ujarnya.

Salah satu sektor yang disorot adalah proyek pembangunan jalan. Sebelumnya, Dinas PUPR Kaltim menyampaikan ada dua proyek yang berpotensi terdampak efisiensi. Menanggapi hal tersebut, Abdulloh menegaskan DPRD menolak opsi penghentian total.

“Semangat DPRD adalah pembangunan tetap dilanjutkan, tidak boleh dihentikan total. Memang sampai hari ini keputusan resmi mengenai pengurangan anggaran belum ada, jadi kita belum tahu seberapa besar pengurangannya. Setelah ada kejelasan, barulah kita sesuaikan dengan program-program yang ada,” jelasnya.

Abdulloh juga menambahkan bahwa masyarakat harus tetap merasakan manfaat pembangunan meskipun dijalankan secara bertahap. Ia mencontohkan, apabila target pembangunan jalan sepanjang 100 kilometer tidak dapat direalisasikan penuh, maka dapat dimulai dengan 25 hingga 50 kilometer terlebih dahulu.

“Kami tidak ingin ada yang dikorbankan. Pembangunan harus tetap berjalan meskipun bertahap. Yang penting ada progres nyata dan masyarakat melihat kinerja pemerintah provinsi, baik DPRD maupun eksekutif,” pungkasnya.

DPRD menilai sinergi legislatif dan eksekutif menjadi faktor utama agar efisiensi anggaran tidak berdampak negatif. Dengan strategi bertahap, pembangunan infrastruktur diharapkan tetap memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kaltim. []

Penulis: Selamet | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *