DPRD Samarinda Dukung Koperasi Merah Putih Batasi Ritel Modern

SAMARINDA – Anggota Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Samarinda, Viktor Yuan, menegaskan dukungannya terhadap kebijakan pembatasan ritel modern seperti Indomaret dan Alfamart. Menurutnya, langkah ini penting untuk menjaga keberlangsungan pasar rakyat dan memperkuat ekonomi kerakyatan. Hal ini disampaikan Viktor saat diwawancarai secara resmi usai kegiatan DPRD, Kamis (26/02/2026).

“Saya menilai gagasan koperasi untuk membatasi perkembangan ritel modern adalah langkah bagus. Tujuannya jelas, yakni mengembangkan pasar rakyat dan ekonomi kerakyatan. Jika ritel modern tidak dibatasi, mereka bisa masuk hingga ke desa-desa dan kampung, sehingga pelaku usaha rakyat pasti akan kalah bersaing,” ujar Viktor.

Perkembangan ritel modern di Samarinda dalam beberapa tahun terakhir dinilai semakin pesat. Minimarket dengan jaringan nasional kian menjamur hingga ke wilayah pinggiran kota. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran akan terpinggirkannya pedagang kecil dan pasar tradisional yang menjadi tulang punggung ekonomi rakyat.

Sebagai anggota Komisi II DPRD yang membidangi sektor ekonomi, Viktor menegaskan bahwa pihaknya mendukung kebijakan Menteri Koperasi dan UKM yang mendorong penguatan koperasi rakyat. “Peran koperasi Merah Putih diharapkan menjadi penggerak ekonomi kerakyatan di desa dan kampung, menghadirkan kesetaraan harga, menjaga inflasi, serta memberi ruang bagi masyarakat untuk berperan aktif dalam pembangunan ekonomi,” katanya.

Menanggapi kekhawatiran bahwa pembatasan ritel modern dapat mengurangi kesempatan kerja, Viktor menilai koperasi juga mampu membuka lapangan kerja baru. “Terkait tenaga kerja, saya pikir koperasi Merah Putih juga bisa merekrut dan melatih sumber daya manusia. Kompetensi mereka harus ditingkatkan agar setara dengan tenaga kerja di toko-toko ritel modern. Dengan begitu, koperasi tidak hanya menjadi wadah ekonomi rakyat, tetapi juga membuka lapangan kerja baru,” jelasnya.

Viktor berharap koperasi Merah Putih dapat menjadi solusi nyata bagi masyarakat di tingkat bawah. Menurutnya, koperasi harus hadir di desa-desa dan kampung-kampung yang selama ini sulit dijangkau oleh kebijakan pemerintah. “Dengan adanya koperasi Merah Putih, masyarakat bisa merasakan kesetaraan ekonomi. Harga barang lebih terjangkau, inflasi terkendali, dan pedagang kecil tetap bisa bertahan,” ujarnya.

Ia menambahkan, DPRD akan terus mengawal kebijakan ini agar tidak hanya menjadi wacana. “Kami di Komisi II siap mendukung kebijakan yang berpihak pada rakyat. Koperasi harus diberi ruang berkembang agar benar-benar menjadi penyeimbang dari dominasi ritel modern,” tegas Viktor.

Dengan dukungan DPRD, kebijakan pembatasan ritel modern diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pasar rakyat dan pasar modern. Koperasi Merah Putih dipandang sebagai instrumen penting untuk memperkuat ekonomi kerakyatan, membuka lapangan kerja, serta menjaga stabilitas harga di tingkat lokal.

“Kami ingin memastikan bahwa pembangunan ekonomi di Samarinda tidak hanya dinikmati oleh ritel besar, tetapi juga memberi ruang bagi pedagang kecil dan koperasi rakyat. Itu tujuan utama kami,” pungkas Viktor Yuan. []

Penulis: Rifky Irlika Akbar | Penyunting: Aulia Setyaningrum

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *