Dua Orang Terluka dalam Insiden Operasi Federal di Portland

JAKARTA – Insiden penembakan yang melibatkan agen federal Amerika Serikat kembali memicu kekhawatiran publik mengenai metode penegakan hukum imigrasi. Kali ini, dua orang dilaporkan mengalami luka tembak di Kota Portland, Oregon bagian barat, setelah sebuah operasi yang dikaitkan dengan agen federal berujung pada penggunaan senjata api. Peristiwa tersebut terjadi hanya sehari setelah kasus serupa di Minneapolis yang memantik kemarahan luas di masyarakat.

Kepolisian Portland menyampaikan bahwa mereka menerima laporan darurat pada siang hari terkait adanya korban luka tembak. Aparat kepolisian setempat menegaskan bahwa anggotanya tidak terlibat langsung dalam insiden tersebut. Penanganan awal dilakukan setelah petugas tiba di lokasi dan menemukan dua korban dalam kondisi terluka.

“Dua orang dirawat di rumah sakit setelah penembakan yang melibatkan agen federal,” demikian pernyataan resmi Kepolisian Portland.

Dalam keterangan lanjutan, dijelaskan bahwa korban terdiri dari seorang pria dan seorang wanita. Keduanya segera mendapatkan pertolongan pertama sebelum dibawa ke rumah sakit untuk penanganan medis lebih lanjut.
“Petugas menanggapi dan menemukan seorang pria dan wanita dengan luka tembak. Petugas memasang perban dan memanggil petugas medis darurat,” lanjut pernyataan tersebut.

“Para pasien dibawa ke rumah sakit. Kondisi mereka tidak diketahui. Petugas telah memastikan bahwa kedua orang tersebut terluka dalam penembakan yang melibatkan agen federal,” imbuh kepolisian.

Berdasarkan laporan media lokal, penembakan terjadi di sekitar sebuah fasilitas medis. Usai insiden itu, para korban dilaporkan berpindah ke sebuah kompleks apartemen yang berjarak sekitar 2,5 mil atau kurang lebih 4 kilometer dari lokasi awal untuk mencari bantuan. Di dua titik lokasi tersebut, agen FBI terlihat melakukan pengamanan dan pengumpulan informasi, menandakan adanya penyelidikan lanjutan oleh otoritas federal.

Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat kemudian mengonfirmasi bahwa tembakan dilepaskan oleh seorang agen Patroli Perbatasan. Pihak kementerian menyatakan tindakan tersebut dilakukan dalam konteks pembelaan diri. Dua orang yang terluka diklaim sebagai imigran ilegal asal Venezuela.

“Penumpang kendaraan dan target adalah seorang imigran ilegal Venezuela yang berafiliasi dengan jaringan prostitusi transnasional Tren de Aragua dan terlibat dalam penembakan baru-baru ini di Portland,” kata pernyataan tersebut.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa situasi menjadi genting saat agen memperkenalkan diri.
“Pengemudi kendaraan diyakini sebagai anggota geng Venezuela yang kejam, Tren de Aragua. Ketika agen memperkenalkan diri kepada penumpang kendaraan, pengemudi mempersenjatai kendaraannya dan mencoba menabrak agen penegak hukum,” lanjutnya.

Atas kondisi itu, agen disebut mengambil keputusan cepat.
“Karena takut akan nyawa dan keselamatannya, seorang agen melepaskan tembakan untuk membela diri. Pengemudi melarikan diri bersama penumpang, meninggalkan tempat kejadian,” tambah pernyataan tersebut.

Insiden ini menuai reaksi keras dari Pemerintah Kota Portland. Wali Kota Portland, Keith Wilson, menyampaikan keprihatinannya dan mengaitkan kejadian tersebut dengan meningkatnya kehadiran agen federal bersenjata dalam operasi penindakan imigrasi.

“Hanya satu hari setelah kekerasan mengerikan di Minnesota di tangan agen federal, komunitas kita di Portland sekarang bergulat dengan insiden lain yang sangat mengkhawatirkan,” kata Wilson.

Ia menilai kondisi tersebut berpotensi mengikis perlindungan konstitusional warga sipil.
“Kita tidak bisa tinggal diam sementara perlindungan konstitusional terkikis dan pertumpahan darah meningkat. Portland bukanlah ‘tempat pelatihan’ bagi agen militer, dan ‘kekuatan penuh’ yang diancam oleh pemerintahan memiliki konsekuensi yang mematikan,” sambungnya.

Wilson secara tegas meminta pemerintah pusat menghentikan sementara seluruh operasi penegakan imigrasi di wilayahnya hingga proses investigasi rampung.
“Sebagai walikota, saya meminta ICE untuk menghentikan semua operasi di Portland sampai investigasi penuh dapat diselesaikan.”

Di akhir pernyataannya, Wilson juga mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketenangan.
“Saya menyerukan kepada setiap warga Portland untuk mewakili nilai-nilai kita dan untuk hadir dengan tenang dan penuh tujuan selama masa sulit ini. Portland tidak membalas kekerasan dengan kekerasan,” ucapnya. []

Siti Sholehah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *