Dua Pabrik Yamaha Tutup di 2025, Ribuan Pekerja Terancam PHK

JAKARTA – Industri elektronik di Indonesia kembali mengalami tantangan besar. Setelah PT Sanken Indonesia mengumumkan penghentian produksinya pada Juni 2025, kini dua pabrik Yamaha juga akan menutup operasinya. Penutupan ini berpotensi menyebabkan 1.100 pekerja kehilangan pekerjaan.
Presiden Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Riden Hatam Aziz, mengungkapkan bahwa dua pabrik Yamaha yang akan berhenti beroperasi adalah PT Yamaha Music Product Asia di kawasan MM2100, Bekasi, dan PT Yamaha Indonesia di Pulogadung, Jakarta. Kedua pabrik tersebut memproduksi alat musik, khususnya piano.
“PT Yamaha Music Product Asia di kawasan industri MM2100, Bekasi, akan tutup pada akhir Maret 2025. Pabrik ini mempekerjakan sekitar 400 orang. Sementara itu, PT Yamaha Indonesia di Pulogadung, Jakarta, yang memiliki 700 karyawan, akan berhenti beroperasi pada akhir Desember 2025,” kata Riden kepada CNBC Indonesia, Rabu (26/2/2025).
Kedua pabrik tersebut merupakan bagian dari divisi produksi piano Yamaha dan berada di bawah naungan induk usaha Yamaha Corporation. Menurut Riden, penutupan ini dilakukan karena penurunan permintaan pasar, sehingga produksi akan dialihkan ke pabrik Yamaha di China dan Jepang.
“Karena pesanan menurun, maka produksi diputuskan untuk dipindahkan ke China dan Jepang,” ujarnya.
Sebelumnya, PT Sanken Indonesia yang berlokasi di kawasan MM2100, Cikarang, juga mengumumkan akan berhenti beroperasi pada Juni 2025. Pabrik ini memproduksi transformator, UPS (Uninterruptible Power Supply), dan komponen elektronik lainnya.
Menurut Ketua PUK SPEE FSPMI PT Sanken Indonesia, Dedy Supriyanto, penutupan ini berdampak pada 459 pekerja yang berpotensi terkena pemutusan hubungan kerja (PHK).
“PT Sanken Indonesia merupakan anak perusahaan dari Sanken Electric di Jepang. Pabrik ini bukan memproduksi alat elektronik rumah tangga, melainkan lebih ke power supply dan komponen elektronik lainnya,” ujar Dedy kepada CNBC Indonesia, Kamis (20/2/2025).
Sementara itu, CNBC Indonesia telah mengonfirmasi informasi ini kepada Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE), Setia Diarta. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pihak terkait. []
Nur Quratul Nabila A