Dua Wanita Uzbekistan Dimutilasi di Istanbul, Dua Pria Ditangkap
JAKARTA – Otoritas keamanan di Istanbul, Turki, berhasil mengungkap kasus pembunuhan sadis yang menimpa dua wanita asal Uzbekistan setelah potongan tubuh korban ditemukan di sejumlah lokasi pembuangan sampah. Penemuan tersebut memicu penyelidikan intensif yang berujung pada penangkapan dua pria yang diduga sebagai pelaku utama.
Kasus ini bermula dari temuan mengejutkan aparat kepolisian yang menemukan sesosok mayat tanpa kepala di dalam tempat sampah di kawasan Sisli. Tubuh korban dibungkus kain, sementara bagian kaki juga telah dimutilasi. Penemuan tersebut segera memicu penyelidikan mendalam guna mengidentifikasi korban dan mengungkap pelaku kejahatan.
Hasil identifikasi mengonfirmasi bahwa korban pertama adalah Durdona Khakimova, seorang wanita Uzbekistan berusia 37 tahun. Kondisi jasad yang tidak utuh menunjukkan indikasi kuat adanya tindakan kekerasan ekstrem sebelum korban dibuang. Aparat kepolisian kemudian menelusuri rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian untuk menemukan petunjuk yang mengarah pada pelaku.
Dalam proses penyelidikan lanjutan, kepolisian juga menemukan jasad korban kedua yang telah dimutilasi dan dibuang di beberapa tempat sampah berbeda di wilayah kota yang sama. Korban kedua diidentifikasi sebagai Ergashalieva Sayyora, wanita Uzbekistan berusia 32 tahun. Sayyora diketahui tiba di Turki pada 28 Desember 2025 dan masih berkomunikasi dengan keluarganya hingga 23 Januari, sebelum akhirnya dilaporkan hilang.
Berdasarkan hasil penyelidikan, kedua korban diketahui tinggal bersama di sebuah rumah di distrik Sisli selama sekitar satu bulan. Mereka tinggal bersama dua pria yang kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Penyelidikan juga mengungkap bahwa Sayyora memiliki hubungan pribadi dengan salah satu tersangka, yang diduga menjadi salah satu faktor yang memperumit dinamika hubungan di antara mereka.
Rekaman kamera pengawas menjadi bukti penting dalam mengungkap kronologi kejadian. Pada 23 Januari, kamera merekam Sayyora memasuki rumah tersebut, disusul oleh kedua tersangka. Keesokan harinya, kedua pria tersebut terlihat meninggalkan rumah sambil membawa sejumlah kantong sampah hitam. Mereka juga terekam membawa koper putih dan menggunakan taksi menuju kawasan Fatih, sebelum membuang isi koper tersebut ke tempat sampah dan melanjutkan perjalanan menggunakan transportasi umum.
Kepolisian berhasil menangkap kedua tersangka di bandara Istanbul saat mereka diduga hendak meninggalkan kota tersebut. Penangkapan ini menjadi titik penting dalam proses pengungkapan kasus pembunuhan tersebut.
Selama proses interogasi, para penyidik memperoleh keterangan bahwa Sayyora dibunuh menggunakan benda tajam pada 23 Januari. Setelah pembunuhan terjadi, jasad korban dimutilasi sebelum dibuang secara terpisah untuk menghilangkan jejak dan menyulitkan identifikasi.
Kedua tersangka kini telah didakwa atas tuduhan pembunuhan dan akan menjalani proses persidangan sesuai hukum yang berlaku. Motif pasti dari pembunuhan tersebut masih dalam tahap pendalaman oleh pihak berwenang, meskipun indikasi awal menunjukkan adanya konflik pribadi di antara korban dan pelaku.
Peristiwa ini memicu reaksi keras dari berbagai kelompok masyarakat sipil, terutama organisasi yang bergerak dalam advokasi hak perempuan. Aksi protes digelar di beberapa kota besar, termasuk Istanbul dan Ankara, sebagai bentuk tuntutan keadilan bagi korban kekerasan terhadap perempuan.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap perempuan, khususnya bagi warga negara asing yang tinggal jauh dari negara asalnya. Aparat penegak hukum menegaskan komitmen mereka untuk mengusut kasus ini secara tuntas dan memastikan para pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum. []
Siti Sholehah.
