Dugaan Gangguan Jiwa, Wanita di Bone Tikam Ibu hingga Tewas
BONE — Kasus kekerasan dalam rumah tangga yang berujung maut kembali terjadi dan mengguncang warga Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan. Seorang perempuan berinisial FT (26), yang diduga mengalami gangguan kejiwaan, ditangkap polisi setelah diduga menikam ibu kandungnya sendiri, Nursidah (55), hingga meninggal dunia. Peristiwa tragis ini terjadi di lingkungan keluarga dan menyisakan duka mendalam bagi warga sekitar.
Peristiwa tersebut terjadi di Dusun Gattungeng, Desa Liliriawang, Kecamatan Bengo, pada Rabu (28/01/2026) sekitar pukul 05.30 Wita. Insiden itu berlangsung tidak lama setelah waktu salat Subuh, ketika situasi rumah dalam kondisi sepi.
Kasat Reskrim Polres Bone AKP Alvin Aji Kurniawan membenarkan kejadian tersebut dan mengatakan bahwa pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Pelaku bunuh ibunya sendiri tadi pagi. Pelaku diduga ODGJ,” ujar AKP Alvin Aji Kurniawan, Rabu (28/01/2026).
Berdasarkan keterangan awal yang dihimpun polisi, peristiwa bermula saat suami korban atau ayah dari pelaku meninggalkan rumah sekitar pukul 05.00 Wita untuk melaksanakan salat Subuh di masjid. Saat itu, korban dan pelaku berada di rumah. Namun, sepulang dari masjid, sang ayah mendapati kondisi rumah sudah berubah menjadi tempat kejadian perkara.
“Suami korban melihat istrinya tergeletak dengan luka tusuk pada bagian dada kiri, dada kanan, bagian perut dan bagian punggung sebelah kanan. Pelaku menikam ibunya berkali-kali hingga tewas,” jelas Alvin.
Korban dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka tusuk yang dideritanya. Aparat kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), mengamankan pelaku, serta melakukan olah TKP untuk mengumpulkan barang bukti.
Meski demikian, hingga kini polisi masih mendalami secara rinci kronologi kejadian, termasuk motif di balik aksi penikaman tersebut. AKP Alvin menyebutkan bahwa penyidik belum dapat memastikan secara detail bagaimana peristiwa itu terjadi, mengingat kondisi kejiwaan pelaku masih perlu diperiksa secara medis.
“Belum diketahui secara pasti kronologinya,” kata Alvin.
Namun, dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi menemukan sejumlah obat-obatan generik yang diduga rutin dikonsumsi oleh FT. Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa pelaku memiliki riwayat gangguan kesehatan mental. Untuk memastikan kondisi tersebut, kepolisian berencana melibatkan tenaga medis dan ahli kejiwaan.
Kasus ini selanjutnya akan ditangani dengan pendekatan hukum yang mempertimbangkan kondisi psikologis pelaku. Polisi menegaskan bahwa proses penyidikan tetap berjalan sesuai ketentuan, sembari menunggu hasil pemeriksaan kejiwaan sebagai bagian dari kelengkapan berkas perkara.
Peristiwa ini turut menyita perhatian warga sekitar yang mengenal korban sebagai sosok ibu rumah tangga. Warga mengaku terkejut dengan kejadian tersebut karena pelaku dan korban tinggal serumah dan tidak pernah terdengar konflik besar sebelumnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau masyarakat agar lebih memperhatikan anggota keluarga yang memiliki gangguan kesehatan mental dan memastikan pendampingan serta pengobatan berjalan secara rutin. Langkah tersebut dinilai penting untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa di kemudian hari. []
Siti Sholehah.
