Elpiji 3 Kg Sempat Langka, Pasokan Tambahan 12.000 Tabung Pulihkan Tuban
SURABAYA – Lonjakan konsumsi di luar pola normal saat libur panjang memicu kelangkaan elpiji 3 kilogram di Kabupaten Tuban (Tuban), namun kondisi tersebut kini berangsur pulih setelah tambahan pasokan sebanyak 12.000 tabung digelontorkan oleh PT Pertamina Patra Niaga Tbk.
Kelangkaan tersebut sempat membuat ratusan warga di Desa Tuwiriwetan, Kecamatan Merakurak, Tuban, harus mengantre berjam-jam di pangkalan untuk mendapatkan elpiji bersubsidi. Pemerintah bersama PT Pertamina Patra Niaga Tbk merespons dengan mempercepat distribusi guna menstabilkan pasokan di lapangan.
Executive General Manager (GM) PT Pertamina Patra Niaga Tbk Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Iwan Yudha Wibawa, mengakui adanya gangguan pasokan akibat lonjakan konsumsi yang tidak biasa.
“Di Tuban ini memang terjadi kelangkaan yang pola konsumsi yang melonjak dari kewajaran. Nah, kebetulan memang ada hari libur yang kebetulan biasanya kita tidak melakukan penyaluran, maka cara mengatasinya kami melakukan penyaluran,” kata Iwan sebagaimana diberitakan Kompas, Selasa, (07/04/2026).
Menurutnya, peningkatan konsumsi tidak hanya berasal dari rumah tangga, tetapi juga dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang mengalami lonjakan aktivitas selama masa libur panjang.
“Di Tuban itu kebetulan memang agak anomali dibanding kabupaten lain, ada peningkatan konsumsi. Selain konsumsi rumah tangga, mungkin ada UMKM, juga ada hari liburan ke daerah tempat tujuan. Ada migrasi ke situ sehingga peningkatan UMKM di atas kewajaran,” ucap Iwan.
Sebagai langkah penanganan, Pertamina Jatimbalinus menyalurkan tambahan 12.000 tabung elpiji 3 kilogram melalui operasi pasar dan extra doping distribusi untuk mempercepat pemulihan ketersediaan.
Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak memastikan kondisi distribusi elpiji di Tuban telah kembali normal setelah intervensi pasokan dilakukan.
“Kemarin saya ke Tuban, di Tuban juga ada warung-warung di jalan yang saya lihat mereka juga suplai terus berdatangan,” jelas Emil.
Pemerintah daerah bersama Pertamina menegaskan akan terus memantau distribusi energi bersubsidi, khususnya pada periode libur panjang, guna mencegah terulangnya lonjakan permintaan yang berujung kelangkaan di tingkat masyarakat. []
Penulis: Izzatun Najibah | Penyunting: Redaksi01
