Evakuasi Massal Dilakukan Usai Kebakaran Hotel di Paris
PARIS — Insiden kebakaran yang melanda sebuah hotel mewah bintang lima di kawasan resor ski Courchevel, Pegunungan Alpen Prancis, memicu respons darurat berskala besar dari otoritas setempat. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (27/01/2026) malam waktu setempat itu menyebabkan puluhan tamu dan staf hotel harus dievakuasi demi menghindari risiko keselamatan yang lebih besar.
Otoritas prefektur wilayah Savoie dalam pernyataannya, seperti dilansir Reuters, Rabu (28/01/2026), menjelaskan bahwa kebakaran bermula dari bagian loteng Hotel des Grandes Alpes sekitar pukul 19.00 waktu setempat. Api dengan cepat menjalar ke bagian atas bangunan, sehingga memaksa petugas melakukan evakuasi secepat mungkin.
Dilaporkan oleh otoritas prefektur wilayah Savoie bahwa tidak ada korban luka akibat kebakaran tersebut. Meski demikian, hingga kini belum diketahui secara pasti jumlah tamu dan pegawai yang berada di dalam hotel ketika api mulai berkobar. Kondisi tersebut membuat proses pendataan korban dan evakuasi dilakukan dengan kehati-hatian tinggi.
Lebih dari 90 orang berhasil dievakuasi dari Hotel des Grandes Alpes pada malam kejadian. Selain itu, langkah antisipasi juga dilakukan terhadap bangunan lain di sekitarnya. Evakuasi turut diterapkan di Hotel Le Lana yang terletak tidak jauh dari lokasi kebakaran.
Dilaporkan bahwa evakuasi terhadap hotel yang memiliki hampir 200 tamu itu dilakukan pada Rabu (28/01/2026) pagi waktu setempat, karena risiko imbas kebakaran yang masih berlangsung. Otoritas setempat menilai bahwa asap dan potensi penyebaran api dapat membahayakan keselamatan penghuni hotel lain di kawasan tersebut.
Para staf dan tamu, sebut otoritas setempat, mengungsi ke sejumlah hotel lainnya. Proses pemindahan dilakukan secara terkoordinasi dengan melibatkan aparat keamanan dan petugas darurat guna memastikan seluruh pengungsi mendapatkan tempat aman serta kebutuhan dasar selama masa penanganan.
Untuk mengendalikan situasi, sebanyak 131 petugas pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi. Mereka bekerja sepanjang malam untuk memadamkan api sekaligus mencegah kebakaran meluas ke bangunan lain, mengingat lokasi hotel berada di kawasan resor yang padat selama musim dingin.
Hingga kini, penyebab kebakaran di hotel mewah tersebut belum diketahui secara jelas. Aparat berwenang masih melakukan penyelidikan guna memastikan sumber api serta menilai apakah terdapat pelanggaran prosedur keselamatan.
Kebakaran ini terjadi di tengah meningkatnya perhatian terhadap standar keamanan bangunan di kawasan resor ski Eropa. Langkah-langkah keselamatan disebut tengah diawasi ketat menyusul kebakaran mematikan di sebuah bar di resor Crans-Montana, Swiss, pada Malam Tahun Baru lalu. Dalam insiden tersebut, sedikitnya 40 orang tewas dan lebih dari 100 orang lainnya, sebagian besar remaja, mengalami luka-luka.
Peristiwa di Courchevel ini kembali menjadi pengingat pentingnya penerapan sistem keselamatan kebakaran yang ketat, terutama di kawasan wisata musim dingin yang dipadati pengunjung dari berbagai negara. []
Siti Sholehah.
