Event PSBM XXVI Picu Lonjakan Hunian Hotel dan UMKM Makassar

MAKASSAR – Gelaran Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI tahun 2026 diproyeksikan menjadi pengungkit pemulihan sektor perhotelan di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang sebelumnya mengalami perlambatan tingkat hunian selama bulan Ramadan.

Kegiatan berskala nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 25–26 Maret 2026 di Hotel Claro Makassar ini dinilai mampu memberikan dorongan signifikan terhadap okupansi hotel, sekaligus memicu pergerakan ekonomi di sektor pariwisata dan usaha lokal.

Ketua Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel, Anggiat Sinaga, menyampaikan bahwa momentum PSBM menjadi peluang strategis bagi industri perhotelan untuk bangkit dari kondisi lesu selama Ramadan.

“Di tengah kelesuan okupansi saat Ramadan karena aktivitas perjalanan bisnis berkurang dan kegiatan meeting menurun signifikan, kehadiran event akbar seperti PSBM akan membantu mendongkrak keterisian hotel,” ujarnya sebagaimana dilansir Harian Fajar, Kamis, (26/03/2026).

Ia memperkirakan tingkat hunian hotel di Makassar dapat meningkat sekitar 8 hingga 9 persen selama pelaksanaan kegiatan tersebut. Peningkatan ini dinilai cukup signifikan mengingat tren penurunan yang biasa terjadi pada periode Ramadan.

Tidak hanya sektor perhotelan, dampak kegiatan ini juga dirasakan oleh pelaku usaha di sektor lain, seperti kuliner, usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), serta perdagangan oleh-oleh khas daerah.

“Tentunya kuliner Makassar serta toko oleh-oleh juga akan mengalami peningkatan aktivitas yang signifikan,” tambahnya.

Anggiat menilai, semakin banyak kegiatan berskala nasional digelar di Sulsel, maka semakin besar pula peluang pertumbuhan ekonomi daerah melalui efek berantai yang ditimbulkan.

“Semakin banyak event nasional yang dilaksanakan di Sulsel, semakin besar pula dampaknya terhadap pergerakan okupansi hotel dan pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Sementara itu, Marcomm Manager Hotel Claro Makassar, Ricwan Wahyudi, mengungkapkan bahwa tingkat hunian kamar menjelang pelaksanaan PSBM hampir mencapai kapasitas maksimal.

“Sekitar 90 persen sudah terisi, sementara sisanya masih dalam proses pemesanan melalui agen perjalanan,” ujarnya.

Dengan total 590 kamar yang tersedia, tingginya tingkat okupansi tersebut menunjukkan besarnya antusiasme peserta dan tamu dari luar daerah terhadap kegiatan ini.

PSBM XXVI mengusung tema “Saudagar Tangguh, Ekonomi Tumbuh”, yang mencerminkan semangat pelaku usaha Bugis-Makassar dalam menghadapi dinamika ekonomi. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS), Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Sulsel, serta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus digelar secara berkelanjutan guna menjaga stabilitas sektor pariwisata dan memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di tengah periode musiman yang cenderung menekan aktivitas industri perhotelan. []

Penulis: Ilham Wasi | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *