Frekuensi Transaksi Naik, Tapi IHSG dan Nilai Transaksi Melemah

JAKARTA – Kinerja pasar saham domestik sepanjang periode 30 Maret hingga 2 April 2026 menunjukkan tekanan yang tercermin dari pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) serta aksi jual bersih investor asing yang masih berlanjut.

Pada penutupan perdagangan Kamis (02/04/2026), IHSG berada di level 7.026,782 atau turun 0,99 persen dibandingkan posisi pekan sebelumnya di level 7.097,057. Penurunan ini turut diikuti penyusutan kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Sekretaris PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Kautsar Primadi Nurahmad, menyampaikan bahwa nilai kapitalisasi pasar mengalami penurunan menjadi Rp12.305 triliun dari sebelumnya Rp12.516 triliun.

“Kapitalisasi pasar BEI menjadi Rp12.305 triliun dari Rp12.516 triliun pada pekan sebelumnya,” ujar Kautsar, sebagaimana dilansir Metrotvnews, Sabtu (04/04/2026).

Meski indeks dan kapitalisasi pasar melemah, aktivitas perdagangan justru menunjukkan dinamika berbeda. Rata-rata frekuensi transaksi harian tercatat meningkat 3,08 persen menjadi 1,78 juta kali transaksi dari 1,73 juta kali pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan 8,62 persen menjadi 25,87 miliar lembar saham dibandingkan 28,31 miliar lembar saham pada periode sebelumnya. Penurunan juga terjadi pada rata-rata nilai transaksi harian yang merosot 36,69 persen menjadi Rp14,77 triliun dari Rp23,33 triliun.

Tekanan terhadap pasar turut dipengaruhi oleh aksi investor asing yang mencatatkan jual bersih atau net sell sebesar Rp813,51 miliar pada hari perdagangan terakhir. Secara akumulatif sepanjang 2026, nilai net sell investor asing telah mencapai Rp33,83 triliun.

Kondisi ini mencerminkan adanya kehati-hatian investor global terhadap pasar domestik di tengah dinamika ekonomi yang berkembang. Meski demikian, peningkatan frekuensi transaksi menunjukkan partisipasi investor domestik yang masih cukup aktif.

Ke depan, pelaku pasar diharapkan tetap mencermati faktor eksternal maupun internal yang berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG, termasuk sentimen global, kebijakan ekonomi, serta arus dana asing yang masih fluktuatif. []

Penulis: Insi Nantika Jelita | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *