Gajah Sumatra Tewas dengan Kepala Terpenggal, Polisi Turun Tangan
PELALAWAN – Kematian seekor gajah di kawasan hutan Kabupaten Pelalawan, Riau, kembali menyoroti ancaman serius terhadap kelestarian satwa liar yang hidup di sekitar area konsesi perusahaan. Gajah tersebut ditemukan dalam kondisi mengenaskan di Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, dengan posisi duduk dan kepala terpenggal. Temuan ini langsung memicu penyelidikan aparat kepolisian karena kuat dugaan adanya unsur tindak pidana terhadap satwa dilindungi.
Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara mengatakan bangkai gajah itu ditemukan pada Senin (02/02/2026) malam oleh warga setempat. Kondisi fisik gajah yang tidak wajar menimbulkan kecurigaan bahwa kematiannya bukan disebabkan faktor alami.
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab kematian gajah ini olah TKP dan pengambilan keterangan terhadap saksi-saksi,” kata AKBP John Lous, Kamis (05/02/2026).
Menindaklanjuti laporan tersebut, Satuan Reserse Kriminal Polres Pelalawan bersama Polsek Ukui segera mendatangi lokasi kejadian. Aparat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) secara menyeluruh guna mengumpulkan bukti awal. Selain itu, tim juga melaksanakan nekroskopi langsung di lokasi untuk memastikan penyebab kematian gajah dan mendeteksi kemungkinan adanya kekerasan atau perburuan ilegal.
Proses penyelidikan ini tidak hanya melibatkan kepolisian setempat. Sejumlah instansi turut dilibatkan dalam investigasi bersama, antara lain Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Riau, Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau, Polisi Kehutanan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), serta pihak perusahaan yang memiliki konsesi di sekitar lokasi kejadian. Pihak perusahaan, PT RAPP, disebut telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk membantu kelancaran penyelidikan.
Kematian gajah ini menjadi perhatian serius karena gajah Sumatra merupakan satwa yang dilindungi dan populasinya terus terancam akibat perburuan, konflik dengan manusia, serta penyempitan habitat. Polisi menegaskan komitmennya untuk mengusut tuntas kasus ini dan menindak tegas siapa pun yang terbukti bertanggung jawab.
“Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam. Polisi masih mencari tahu pelakunya,” ujar AKBP John Louis Letedara.
“Kami akan terus melakukan upaya untuk melindungi satwa liar yang ada di wilayah kami,” imbuhnya.
Sementara itu, seorang saksi bernama Winarno mengungkapkan awal mula ditemukannya bangkai gajah tersebut. Ia mengatakan mencium bau busuk yang menyengat dari arah hutan saat melintas di sekitar area tersebut pada malam hari. Karena merasa curiga, ia kemudian mendatangi sumber bau dan menemukan seekor gajah yang sudah tidak bernyawa.
“Saya tidak tahu apa yang terjadi, tapi saya langsung melaporkannya ke pihak keamanan,” kata Winarno.
Temuan ini kembali mengingatkan pentingnya pengawasan ketat terhadap kawasan hutan dan area konsesi yang berbatasan langsung dengan habitat satwa liar. Aparat berharap partisipasi aktif masyarakat dalam melaporkan kejadian serupa dapat membantu mencegah tindak kejahatan terhadap satwa dilindungi sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem di Riau. []
Siti Sholehah.
