Gresik Resmikan Pasar Sidayu, 538 Pedagang Siap Dongkrak Ekonomi Lokal
GRESIK – Revitalisasi Pasar Tematik Industri Sidayu di Kabupaten Gresik (Gresik) resmi beroperasi kembali sebagai pusat ekonomi baru berbasis pasar rakyat modern, setelah sebelumnya terdampak kebakaran pada 2022. Peresmian pasar ini diharapkan menjadi momentum peningkatan daya saing pedagang sekaligus penguatan ekosistem perdagangan tradisional yang lebih bersih dan adaptif terhadap era digital.
Peresmian dilakukan oleh Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso bersama Bupati Gresik (Gresik) Fandi Akhmad Yani di Desa Mriyunan, Kecamatan Sidayu, Jumat (10/04/2026). Pasar hasil revitalisasi tersebut kini menampung 538 stan yang menjual berbagai kebutuhan pokok hingga produk rumah tangga.
Mendag Budi Santoso menegaskan pentingnya menjaga kebersihan pasar sebagai faktor utama untuk menarik minat masyarakat. Ia juga memperkenalkan program Gerakan Nasional Membersihkan Pasar Nusantara (Gernas Mapan) yang digagas untuk meningkatkan kualitas pasar rakyat.
“Kita ada namanya Gernas Mapan, Gerakan Nasional untuk membersihkan pasar nasional. Jadi kita ingin pasar-pasar tradisional itu harus bersih, tidak becek, tidak bau,” harapnya sebagaimana dilansir 1minute, Jumat (10/04/2026).
Selain aspek kebersihan, Mendag juga mendorong transformasi digital di kalangan pedagang pasar. Menurutnya, kombinasi antara transaksi langsung dan penjualan online akan memperluas jangkauan pasar sekaligus meningkatkan pendapatan pedagang.
“Peningkatan kebersihan pasar tidak hanya berdampak pada kesehatan lingkungan. Tetapi juga berpotensi meningkatkan jumlah pengunjung dan aktivitas perdagangan di pasar tradisional,” tutur Mendag Budi.
Ia juga menekankan bahwa pasar rakyat dengan nilai sejarah dan potensi wisata kuliner harus dikelola secara optimal agar mampu menjadi destinasi ekonomi sekaligus budaya.
“Pasar ini memiliki unsur cagar budaya dan potensi wisata kuliner. Syarat utamanya adalah harus bersih dan tidak bau. Kita ajarkan pasar rakyat untuk berjualan online agar bisa bersaing dan mengikuti perkembangan teknologi yang ada,” harapnya.
“Kami tidak hanya membangun fisik, tapi juga manajemen sampahnya harus dikelola dengan baik. Saya juga mengapresiasi harga kebutuhan pokok di sini yang terjaga dengan baik, harapannya stabilitas ini terus dipertahankan,” tandasnya.
Sementara itu, Bupati Gresik (Gresik) Fandi Akhmad Yani menyebut revitalisasi pasar yang dibiayai melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian Perdagangan (Kemendag) Tahun Anggaran (TA) 2025 senilai Rp30 miliar ini tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga peningkatan fungsi ekonomi kawasan.
“Revitalisasi pasar ini menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kemendag Tahun Anggaran (TA) 2025 senilai Rp 30 Miliar,” ujar Fandi.
Ia menambahkan, keberadaan fasilitas baru seperti ruang terbuka hijau dan plaza diharapkan mampu menunjang aktivitas ekonomi sekaligus menjadi ruang publik bagi masyarakat.
“Saya berharap, dengan bangunan yang lebih representatif ini pedagang dan pembeli bisa lebih nyaman dalam melakukan transaksi. Revitalisasi tersebut diharapkan, menjadi ikon baru perekonomian Gresik, dan mendukung keberlanjutan UMKM sekaligus memperkuat peran pasar di era digital,” imbuhnya.
Dengan penguatan infrastruktur dan perubahan pola pengelolaan, pasar ini diharapkan mampu menjadi model pengembangan pasar tradisional berbasis modernisasi, sekaligus menjaga stabilitas harga dan distribusi barang di wilayah Gresik Utara. []
Penulis: | Penyunting: Redaksi01
