Gunung Boga hingga Laut Pondong, Paser Siap Jadi Tujuan Wisata
PASER — Pemerintah Kabupaten Paser semakin agresif menggarap sektor pariwisata dengan pendekatan digital. Melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar), promosi destinasi kini tidak lagi bertumpu pada cara konvensional, melainkan mengandalkan kekuatan media sosial dan jejaring konten kreator lokal.
Strategi tersebut diarahkan untuk mengerek kunjungan wisatawan sekaligus memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat di sekitar destinasi.
Kepala Bidang Kepariwisataan Disporapar Paser, Khairuddin, mengungkapkan bahwa promosi difokuskan pada tiga lokasi yang selama ini paling banyak diminati pengunjung, yakni Kemilau Laut Pondong, Museum Sadurengas, dan kawasan Gunung Boga atau Gunung Embun.
“Kami memaksimalkan promosi digital dengan menggandeng kreator lokal agar potensi wisata Paser lebih cepat dikenal dan menjangkau audiens yang lebih luas,” ujarnya saat ditemui, Rabu (21/01/2026).
Selain promosi masif, pembenahan infrastruktur menjadi perhatian utama. Aksesibilitas menuju destinasi dinilai sebagai faktor krusial dalam meningkatkan kenyamanan wisatawan.
“Untuk Gunung Boga, akses jalannya sudah sangat layak. Kendaraan kecil kini bisa langsung masuk, sehingga wisatawan tidak lagi kesulitan mencapai lokasi,” jelasnya.
Di kawasan pesisir Kemilau Laut Pondong, Disporapar juga mulai menghadirkan konsep wisata baru dengan menambah fasilitas glamping. Fasilitas ini dijadwalkan mulai beroperasi tahun ini dan ditujukan untuk wisatawan yang ingin menikmati suasana laut pada malam hari dengan konsep nyaman dan eksklusif.
“Kami ingin memberikan pengalaman berbeda. Wisatawan tidak hanya datang siang hari, tapi juga bisa menikmati malam di tepi laut dengan fasilitas yang representatif,” kata Khairuddin.
Untuk meningkatkan kualitas layanan, Disporapar Paser juga menyiapkan sumber daya manusia pendukung pariwisata. Sekitar 30 pemandu wisata bersertifikasi telah disebar di berbagai destinasi unggulan.
“Keberadaan pemandu bersertifikat ini penting agar wisatawan mendapatkan informasi yang akurat sekaligus pelayanan yang profesional,” tambahnya.
Pengembangan pariwisata ini turut memberikan efek berganda bagi perekonomian lokal. Aktivitas wisata di Kemilau Laut Pondong, misalnya, berdampak langsung pada pasar nelayan setempat. Wisatawan dapat membeli hasil laut segar langsung dari masyarakat, sehingga perputaran ekonomi terjadi secara nyata di tingkat bawah.
Disporapar Paser menilai pendekatan promosi digital yang dibarengi peningkatan fasilitas menjadi kunci dalam membangun pariwisata berbasis komunitas. Ke depan, pemerintah daerah berencana menambah berbagai elemen pendukung, seperti jalur trekking, pusat informasi wisata, hingga spot foto tematik yang ramah media sosial.
Dengan langkah tersebut, Kabupaten Paser diharapkan mampu memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata alternatif di Kalimantan Timur, menawarkan kombinasi keindahan alam, nilai budaya, dan fasilitas modern yang terus berkembang. []
Redaksi
