H. Sutarmidji Mewaqafkan Lahan Untuk Pesantren Labbaik Indonesia Pal IX Kubu Raya

Mantan Gubernur Kalbar H. Sutarmidji menyerahkan Sertifikat Hak Milik (SHM) sebagai penanda telah mewaqafkan lahan untuk Pesantren Labbaik Indonesia di Jalan Parit Kerekah, Desa Pal IX, Kecamatan Sei Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Rabu 11 Februari 2026.

KUBU RAYA, PRUDENSI.COM-Mantan Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Sutarmidji, kembali mewakafkan lahan untuk pengembangan Pesantren Labbaik Indonesia, khususnya SMA Tahfizhul Quran Labbaik Putra yang berlokasi di Jalan Parit Kerekah, Desa Pal IX, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya.

Sebelumnya, Sutarmidji telah mewakafkan lahan seluas lebih dari 11 ribu meter persegi atau sekitar 1,2 hektare. Di atas lahan tersebut saat ini telah dibangun 12 ruang belajar, dan masih memungkinkan untuk penambahan bangunan karena belum terpakai seluruhnya.

Kemudian, Midji-sapaan karibnya kembali menyerahkan wakaf lahan tambahan yang lokasinya tidak jauh dari lahan wakaf sebelumnya, Rabu 11 Februari 2026.

Wakaf terbaru ini diperuntukkan bagi penguatan sarana pendidikan, dan ibadah di lingkungan pesantren.

Pembina Pesantren Labbaik Indonesia, Ustaz Harjani Hefni, menjelaskan bahwa lahan yang diwakafkan tersebut memiliki dua peruntukan utama.

“Ada dua penggunaan lahan yang diwakafkan Pak Sutarmidji, yakni untuk masjid seluas 3.400-meter persegi, dan untuk sekolah (pendidikan) seluas 5.500-meter persegi,” ujarnya.

Lahan tersebut akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk mendukung aktivitas Pesantren Labbaik Indonesia. Harjani berharap, dengan fasilitas yang semakin memadai, para santri dapat menempuh pendidikan dengan lebih nyaman dan kelak menjadi Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas untuk Kalbar.

Saat ini, ia menyebutkan, jumlah santri di Pesantren Labbaik Indonesia terus bertambah. Di SMA Tahfizhul Quran Labbaik Putra Pal IX tercatat sebanyak 145 santri.

Sementara itu, di Pal 7 terdapat 196 santri SMP putri, di Ampera 159 santri SMA putra, serta di Anjongan (Mempawah) sebanyak 136 santri SMP putra.

Untuk lahan wakaf baru seluas 5.500-meter persegi, Harjani memperkirakan dapat menampung sekitar 500 santri tambahan apabila dibangun satu lantai.

Ia mengakui, kebutuhan lahan untuk pembangunan memang sangat mendesak, seiring tingginya minat masyarakat menyekolahkan anaknya di pesantren penghafal Alquran.

“Alhamdulillah, minat masyarakat cukup besar. Karena itu, pembangunan fasilitas baru sangat kami butuhkan,” katanya.

Sementara itu, Midji mengatakan, keputusan mewakafkan lahan tambahan tersebut dilatarbelakangi keseriusan pengelola pesantren dalam membangun SDM, khususnya mencetak para hafiz Alquran.

“Awalnya saya wakafkan lahan lebih dari 11 ribu meter persegi. Karena Pak Ustaz Harjani, dan kawan-kawan ini gencar membangun, kebetulan dekat sini masih ada lahan saya, jadi saya wakafkan saja,” ujarnya.

Ia menambahkan, wakaf tersebut juga diniatkan untuk pembangunan masjid. Mengingat lokasi masjid yang ada cukup jauh dari pesantren, sementara para santri menetap, dan bermalam di lingkungan pesantren.

“Supaya sarana prasarana pesantren bisa lebih lengkap,” katanya.

Untuk pembangunan masjid, Midji memastikan pihak keluarga yang akan membiayai. Saat ini dana awal sebesar Rp300 juta telah disiapkan.

“Insyaallah keluarga kami yang bangun masjidnya. Tinggal menyiapkan jembatan karena lahannya di seberang parit, lalu menyelesaikan gambar dan RAB. Kalau itu sudah jadi, pembangunan bisa langsung dimulai,” jelasnya.

Menurut Midji, keberadaan masjid di lingkungan pesantren sangat penting untuk mendukung kegiatan ibadah santri. Seperti salat lima waktu dan salat Jumat, agar tidak perlu menempuh jarak jauh dari area pesantren.

Selain itu, ia berharap semakin banyak generasi penghafal Alquran lahir dari pesantren-pesantren di Kalbar. Ia juga menegaskan agar pendidikan pesantren berbasis agama tidak dipandang sebagai lembaga pendidikan kelas dua.

“Justru ini pendidikan kelas satu. Saya harap ke depan ada polisi, tentara, dan ASN yang juga hafiz Alquran. Insyaallah bagus, karena peluang untuk melakukan hal yang tidak baik jadi lebih kecil,” tuturnya.

Di akhir keterangannya, Midji turut mengajak masyarakat yang memiliki rezeki lebih untuk ikut berkontribusi membangun, dan mengembangkan lembaga-lembaga tahfiz Alquran yang ada di provinsi ini.

“Saya juga mengajak mereka yang punya rezeki sama-sama membangun, mengembangkan lembaga tahfiz yang ada,” pungkasnya. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *