Kenaikan harga daging ayam hingga Rp65.000 per kilogram di Kubar tidak mengurangi tingginya permintaan masyarakat menjelang Idulfitri.
KUTAI BARAT – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, harga daging ayam di Kabupaten Kutai Barat (Kubar) mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai Rp65.000 per kilogram, seiring meningkatnya permintaan masyarakat di pasar tradisional.
Lonjakan harga tersebut terjadi di sejumlah kios bahan pokok, salah satunya di usaha dagang milik Tumi yang telah beroperasi selama kurang lebih 11 tahun. Berdasarkan hasil pemantauan dan wawancara pada Jumat (20/03/2026), harga ayam yang sebelumnya berada di kisaran Rp45.000 hingga Rp50.000 per kilogram kini meningkat menjadi Rp60.000 hingga Rp65.000 per kilogram menjelang Lebaran.
Kenaikan harga tidak menyurutkan minat beli masyarakat. Justru, permintaan daging ayam mengalami peningkatan tajam, yang terlihat dari lonjakan volume penjualan harian di kios tersebut.
Pada hari biasa, jumlah ayam yang dipotong berkisar 80 ekor per hari. Namun menjelang Idulfitri, jumlah tersebut meningkat signifikan hingga mencapai 150 sampai 200 ekor per hari.
Karyawan kios, Heru, mengatakan bahwa peningkatan penjualan menjelang hari besar keagamaan merupakan hal yang rutin terjadi setiap tahun.
“Kalau menjelang Lebaran seperti ini, penjualan memang meningkat dibanding hari biasa,” ujarnya pada Jumat (20/03/2026).
Menurutnya, meskipun pasokan atau pengambilan stok ayam relatif sama seperti hari normal, perbedaan utama terletak pada kecepatan penjualan yang jauh lebih tinggi.
Pihak pengelola kios memperkirakan, setelah Idulfitri usai, aktivitas penjualan akan kembali menurun seiring berkurangnya kebutuhan masyarakat terhadap daging ayam.
Fenomena ini mencerminkan peningkatan daya beli masyarakat menjelang Lebaran yang berdampak pada kenaikan harga komoditas serta tingginya perputaran barang di pasar tradisional di Kubar. []
Penulis: Nia Ariska | Penyunting: Aulia Setyaningrum