Harga BBM Hari Ini: Pertamax hingga Solar Masih Stabil
JAKARTA – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi tetap stabil pada April 2026 tanpa penyesuaian, di tengah dinamika isu kenaikan yang sempat beredar di masyarakat, sehingga memberikan kepastian bagi konsumen di seluruh Indonesia pada Rabu (08/04/2026).
Kebijakan tersebut diambil oleh PT Pertamina (Persero) dengan mengikuti arahan pemerintah agar tidak dilakukan perubahan harga BBM pada bulan ini. Keputusan ini sekaligus meredam spekulasi pasar dan menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ekonomi global yang masih berfluktuasi.
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth MV menegaskan bahwa perusahaan menjalankan kebijakan pemerintah terkait penetapan harga energi. “Pertamina Patra Niaga senantiasa melaksanakan kebijakan pemerintah, termasuk dalam hal penetapan harga BBM,” ucap Roberth dalam keterangan resmi beberapa waktu lalu, sebagaimana dilansir Inews, Rabu, (08/04/2026).
Dengan kebijakan tersebut, harga BBM non-subsidi seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Pertamax Green 95, Dexlite, dan Pertamina Dex tidak mengalami perubahan di berbagai wilayah. Di wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) 5 persen, seperti DKI Jakarta dan sekitarnya, Pertamax tetap dibanderol Rp12.300 per liter, Pertamax Turbo Rp13.100 per liter, dan Pertamax Green 95 sebesar Rp12.900 per liter.
Selain itu, harga Dexlite masih berada di Rp14.200 per liter dan Pertamina Dex di Rp14.500 per liter. Sementara itu, untuk BBM subsidi, harga Pertalite tetap Rp10.000 per liter dan Bio Solar sebesar Rp6.800 per liter.
Stabilitas harga juga berlaku di berbagai daerah dengan variasi harga yang disesuaikan kondisi distribusi dan kebijakan wilayah, seperti di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua. Meski terdapat perbedaan harga antarwilayah, tidak ada kenaikan dibandingkan periode sebelumnya.
Keputusan mempertahankan harga ini dinilai penting untuk menjaga stabilitas ekonomi domestik, sekaligus memberikan kepastian bagi sektor transportasi dan logistik yang sangat bergantung pada harga energi.
Dengan tidak adanya penyesuaian harga, pemerintah dan Pertamina berharap masyarakat tetap dapat mengakses energi dengan harga terjangkau serta mendukung aktivitas ekonomi tanpa tekanan tambahan dari kenaikan biaya bahan bakar. []
Penulis: Aditya Pratama | Penyunting: Redaksi01
