Harga BBM Pertamina 26 Maret 2026: Subsidi Tetap, Nonsubsidi Naik
JAKARTA – Menjelang arus balik Lebaran 2026, kestabilan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi menjadi perhatian utama masyarakat di tengah kenaikan harga BBM nonsubsidi yang masih bertahan sejak awal Maret. Kondisi ini mendorong masyarakat untuk lebih cermat dalam merencanakan perjalanan jarak jauh.
Harga BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) milik PT Pertamina (Persero) per Kamis, 26 Maret 2026, masih mengacu pada kebijakan penyesuaian yang berlaku sejak 1 Maret 2026. Dalam kebijakan tersebut, BBM nonsubsidi mengalami kenaikan, sementara BBM subsidi tetap stabil.
Untuk BBM subsidi, harga Pertalite masih berada di level Rp10.000 per liter dan Bio Solar di kisaran Rp6.800 per liter di seluruh Indonesia. Stabilitas ini dinilai memberikan ruang bagi masyarakat untuk tetap menjaga daya beli, khususnya di periode mobilitas tinggi seperti arus balik Lebaran.
Sementara itu, harga BBM nonsubsidi menunjukkan variasi di berbagai wilayah. Di kawasan Jawa dan Bali, harga Pertamax tercatat Rp12.300 per liter, Pertamax Turbo Rp13.100 per liter, Pertamax Green Rp12.900 per liter, Dexlite Rp14.200 per liter, serta Pertamina Dex berkisar Rp14.350 hingga Rp14.500 per liter.
Di wilayah Kalimantan, termasuk Kalimantan Timur (Kaltim), harga Pertamax berada di angka Rp12.600 per liter, Pertamax Turbo Rp13.350 per liter, Pertamina Dex Rp14.800 per liter, dan Dexlite Rp14.500 per liter. Sementara di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara, harga cenderung lebih tinggi dengan Pertamax mencapai Rp12.900 per liter.
Perbedaan harga juga terjadi di wilayah Sumatera dan kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone/FTZ) seperti Batam dan Sabang yang memiliki struktur harga lebih rendah untuk beberapa jenis BBM.
Harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Dex bersifat fluktuatif karena mengikuti dinamika harga minyak mentah dunia serta kondisi ekonomi global. Oleh sebab itu, perubahan harga dapat terjadi sewaktu-waktu.
Masyarakat diimbau untuk memantau perkembangan harga BBM secara berkala sebelum melakukan perjalanan jauh, terutama pada periode arus balik Lebaran yang diperkirakan meningkatkan konsumsi energi secara signifikan, sebagaimana dilansir Radarsolo, Kamis, (26/03/2026).
Dengan kondisi harga yang relatif stabil pada BBM subsidi namun dinamis pada BBM nonsubsidi, perencanaan konsumsi bahan bakar menjadi kunci bagi masyarakat dalam menjaga efisiensi pengeluaran selama periode mudik dan arus balik. []
Penulis: Nur Pramudito | Penyunting: Redaksi01
