Harga Emas Naik Lagi, Pasar Respon Penundaan Serangan AS ke Iran

JAKARTA – Ketidakpastian kebijakan moneter global kembali menjadi sorotan setelah harga emas dunia menunjukkan pemulihan pada perdagangan Jumat (27/03/2026), seiring meredanya kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah dan potensi lonjakan inflasi.

Harga emas spot tercatat naik 0,8 persen menjadi US$4.411,56 per troy ounce hingga pukul 06.43 waktu Singapura. Kenaikan ini terjadi setelah sebelumnya logam mulia tersebut tertekan tajam akibat sentimen negatif dari konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Pemulihan harga emas dipicu oleh keputusan Presiden AS Donald Trump yang menunda batas waktu kesepakatan dengan Iran serta memastikan tidak akan menyerang fasilitas energi negara tersebut dalam 10 hari ke depan. Kebijakan ini memberikan ruang bagi pelaku pasar untuk meredakan kekhawatiran terhadap eskalasi konflik.

Kondisi tersebut menjadi titik balik setelah emas sempat turun hampir 3 persen akibat keraguan pasar terhadap peluang gencatan senjata. Namun, secara kumulatif sejak konflik pecah, harga emas masih mencatat penurunan signifikan hingga hampir 17 persen.

Di sisi lain, lonjakan biaya energi akibat konflik turut memicu kekhawatiran inflasi global. Hal ini mendorong spekulasi bahwa bank sentral akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi, bahkan berpotensi menaikkannya kembali dalam waktu dekat. Kebijakan moneter yang ketat ini menjadi tekanan bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil bunga.

Tekanan tambahan juga datang dari aksi jual besar-besaran oleh bank sentral Turki. Negara tersebut dilaporkan melepas sekitar 60 ton emas senilai lebih dari US$8 miliar dalam dua pekan pertama konflik, yang mengindikasikan penurunan cadangan devisa secara drastis.

Padahal, dalam beberapa tahun terakhir, pembelian emas oleh bank sentral global menjadi salah satu faktor utama penopang kenaikan harga emas batangan. Perubahan arah kebijakan ini turut memengaruhi dinamika pasar logam mulia.

Selain emas, logam lainnya juga mengalami penguatan. Harga perak naik 1,4 persen menjadi US$69,01, sementara platinum dan paladium turut mencatatkan kenaikan. Sementara itu, Indeks Dolar Spot Bloomberg terkoreksi tipis 0,1 persen setelah sebelumnya menguat pada sesi perdagangan sebelumnya, sebagaimana dilansir Bloombergtechnoz, Jumat (27/03/2026).[]

Penulis: Ngatijo Sastro Wiryo | Penyunting: Redaksi01

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *